JP Radar Kediri – Sering terjadi pengemudi saat mengendarai dengan kecepatan tinggi pecah ban, lalu panik langsung injak rem bisa mengakibatkan kecelakan.
Pecah ban saat berkendara dengan kecepatan tinggi adalah salah satu situasi paling berbahaya di jalan raya.
Jika tidak ditangani dengan benar, hal ini bisa berakibat fatal. General Manager CV Sinar Ban Kediri, Rudy Susanto mengingatkan pentingnya bagi setiap pengemudi untuk mengetahui langkah-langkah tepat ketika menghadapi kondisi darurat ini.
Ia menjelaskan penyebab umum pecah ban. Sebelum memahami cara mengatasinya, penting juga mengetahui penyebab umum pecah ban. Antara lain mulai dari tekanan angin ban tidak sesuai (terlalu rendah atau tinggi).
Kondisi ban sudah aus yang tidak merata atau retak karena kurangnya perawatan pada spooring dan balancing pada roda. Lalu, juga ban terkena benda tajam atau lubang jalan. Bisa juga muatan kendaraan melebihi kapasitas. Dan overheating akibat kecepatan tinggi dalam waktu lama.
Tanda-tanda ban pecah saat melaju adanya suara ledakan tiba-tiba dari arah ban. Kendaraan mendadak oleng atau tidak stabil. Getaran kuat pada setir (jika ban depan yang pecah).
Penurunan kecepatan secara drastis tanpa pengereman.
“Ini langkah-langkah mengatasi pecah ban di kecepatan tinggi,” ujarnya.
Jika peca ban, terang Rudy, tetap tenang hal pertama dan paling penting adalah menjaga ketenangan. Panik bisa membuat keputusan yang Anda ambil menjadi tidak rasional.
Lalu, jangan injak rem secara mendadak reaksi spontan seperti menginjak rem keras justru bisa membuat kendaraan kehilangan kendali dan terguling. Hindari melakukan hal ini.
Kendalikan setir pegang setir dengan kuat dan usahakan agar kendaraan tetap lurus. Jika ban depan yang pecah, kendaraan akan cenderung menarik ke arah ban yang rusak. Lawan perlahan arah tersebut untuk tetap di jalur.
Kurangi kecepatan secara bertahap lepaskan kaki dari pedal gas dan biarkan kendaraan melambat secara alami. Jika perlu, turunkan gigi untuk membantu memperlambat laju kendaraan (engine brake).
Nyalakan lampu hazard segera nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda kepada pengendara lain bahwa Anda sedang dalam kondisi darurat.
Arahkan kendaraan ke bahu jalan setelah kecepatan cukup rendah dan kendaraan terkendali, arahkan ke bahu jalan atau tempat aman untuk berhenti. Pasang segitiga pengaman setelah berhenti, pasang segitiga pengaman di belakang kendaraan untuk mencegah kecelakaan dari belakang.
Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya pecah ban maka lakukan ini. Periksa tekanan angin secara rutin. Ganti ban sesuai usia pakai (biasanya 3-5 tahun). Hindari muatan berlebih. Periksa kondisi fisik ban sebelum perjalanan jauh. Dan hindari berkendara terlalu cepat di jalan rusak.
Jadi pecah ban di kecepatan tinggi memang menakutkan, tetapi dengan tetap tenang dan mengikuti langkah-langkah yang tepat, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Lebih penting lagi, lakukan perawatan ban secara berkala untuk mencegah kondisi ini terjadi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah