JP Radar Kediri - Ban motor adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan.
Namun amat sangat disayangkan banyak pengendara yang mengabaikan kondisi ban mereka hingga berisiko fatal, tidak hanya sekadar kempis atau bocor, ban yang dibiarkan rusak bisa berujung pada kecelakaan bahkan meledak di tengah kecepatan tinggi.
Secara umum, ban motor dibagi menjadi dua tipe utama, yakni tubetype atau yang menggunakan ban dalam dan tubeless yang tanpa ban dalam.
Baca Juga: Kenapa Ban Depan dan Belakang Motor Beda Ukuran? Ternyata Ini Jawabannya
Ban tubetype masih banyak digunakan pada motor bebek dan tipe lama, sementara itu, ban tubeless kini jadi pilihan utama motor matic dan sport karena lebih tahan bocor dan mudah ditambal dari luar.
Selain itu, ada juga ban berdasarkan medan pemakaiannya:
- Ban On Road, yakni ban yang dirancang untuk jalan aspal, dengan permukaan halus dan grip optimal.
- Ban Off Road, yakni ban yang digunakan untuk medan tanah atau berbatu, memiliki pola lebih dalam dan kasar.
- Ban Dual Purpose, ban berkombinasi on road dan off road, cocok untuk petualang jarak jauh.
Baca Juga: Wajib Tahu! 6 Jenis Ban Motor dan Fungsinya untuk Harian atau Balapan
Setiap jenis motor memiliki ukuran ban yang berbeda, disesuaikan dengan desain dan fungsi kendaraan. Berikut beberapa contoh ukuran ban berdasarkan jenis motor:
- Motor Matic (contoh: Honda Beat):
- Ban depan: 80/90-14
- Ban belakang: 90/90-14
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Ganti Ban Mobil? Ini Tanda-Tandanya
- Motor Bebek (contoh: Honda Supra X 125):
- Ban depan: 70/90-17
- Ban belakang: 80/90-17
- Motor Sport (contoh: Honda CBR150R):
- Ban depan: 100/80-17
- Ban belakang: 130/70-17
Baca Juga: Kenapa Ban Mobil Listrik Harus Dirancang Khusus? Ini 3 Alasan Pentingnya
- Motor Trail (contoh: Honda CRF250 Rally):
- Ban depan: 3.00-21
- Ban belakang: 120/80-18
Penting untuk selalu mengikuti rekomendasi pabrikan terkait ukuran ban agar performa dan keamanan berkendara tetap optimal.
Namun banyak pengendara baru dan bahkan yang sudah berpengalaman sering tidak sadar saat ban mereka sudah tidak layak pakai, berikut beberapa tanda ban perlu segera diservis atau diganti:
- Permukaan ban sudah botak atau tipis
Pola kembang ban yang mulai rata artinya daya cengkeram makin lemah, ban seperti ini sangat berbahaya, apalagi saat hujan.
Baca Juga: 3 Alasan Mobil Listrik Menggunakan Ban Khusus, Jangan Asal Pakai Ban Biasa! - Muncul retakan di permukaan ban
Retakan halus menandakan karet mulai getas, biasanya akibat usia ban yang sudah terlalu lama. - Benjolan di sisi ban
Ini pertanda struktur dalam ban sudah rusak dan jangan tunggu pecah, segera ganti. - Getaran tidak wajar saat berkendara
Jika motor terasa bergetar padahal jalan mulus, bisa jadi ban sudah tidak seimbang atau bentuknya oval. - Sering kempis atau bocor halus
Ban tubeless yang sering kehilangan angin bisa jadi tertusuk benda kecil atau terdapat kerusakan pada dinding ban.
Baca Juga: Mahasiswa IAIN Kediri Bakar Ban saat Unjuk Rasa di Kampus, Apa Tuntutan Mereka?
Periksa tekanan angin setidaknya seminggu sekali, jangan lupa untuk selalu gunakan ukuran ban sesuai rekomendasi pabrikan, selalu hindari membawa beban berlebih atau menerobos jalan rusak dengan kecepatan tinggi.
Jika kamu merasa ban sudah mulai aneh, jangan tunggu celaka baru bertindak, ban yang tampak sepele bisa jadi penentu hidup atau mati di jalan raya.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira