JP Radar Kediri - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa setir mobil di Indonesia berada di sebelah kanan, sementara di banyak negara lain setir mobil ada di kiri? Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari sejarah panjang dan pertimbangan teknis yang cukup menarik untuk diketahui.
Sistem berkendara di Indonesia menggunakan jalur kiri dan setir di kanan, ini adalah warisan dari masa kolonial yang berhubungan dengan pengaruh negara-negara Eropa, khususnya Inggris dan Belanda.
Meskipun Indonesia dijajah Belanda selama ratusan tahun, Inggris sempat menguasai wilayah ini dalam kurun waktu singkat pada awal abad ke-19 kurang lebih pada tahun 1811-1816.
Inggris juga dikenal menggunakan sistem berkendara di kiri dengan setir di kanan, sistem ini kemudian diterapkan dan bertahan lama di Indonesia, terutama karena banyak aturan dan infrastruktur jalan yang dibuat mengikuti standar tersebut.
Selain itu, penggunaan setir kanan juga membuat pengemudi mudah mengawasi arus kendaraan dari arah berlawanan saat menyalip, terutama di jalan-jalan yang masih sempit dan padat seperti banyak jalan di Indonesia.
Baca Juga: Suka Tarikan Enteng Tapi Lupa Bersihin Filter CVT? Ini Bahayanya!
Namun faktanya, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan setir di kanan dan jalur kiri, berikut adalah beberapa negara yang menerapkan sistem ini:
- Jepang.
- Inggris dan negara-negara Persemakmuran Inggris seperti Australia, Selandia Baru, dan India
- Malaysia, Singapura, Thailand, dan Afrika Selatan
- Beberapa negara Afrika dan Karibia juga menggunakan sistem ini
Sekitar 35% populasi dunia tinggal di negara yang menggunakan sistem setir kanan dengan jalur kiri, sedangkan sekitar 65% lainnya menggunakan setir kiri dan jalur kanan, seperti Amerika Serikat, sebagian besar negara Eropa, dan banyak negara di Asia dan Amerika Selatan.
Sistem ini mengurangi risiko kecelakaan karena pengemudi dapat lebih mudah melihat kendaraan dari arah berlawanan dan pejalan kaki di pinggir jalan sebelah kiri.
Sistem setir kanan ini sudah berlangsung cukup lama, sehingga seluruh infrastruktur di Indonesia seperti desain mobil, tata letak jalan, lampu lalu lintas, dan rambu-rambu disesuaikan dengan kebiasaan berkendara jalur kiri dan setir kanan.
Baca Juga: Nostalgia Ford Mustang, Mobil Sport Klasik yang Tak Pernah Kehilangan Gairahnya
Mengubah sistem ini tentu akan sangat mahal dan membingungkan masyarakat, selain tenaga, pikiran, juga biaya tak sedikit yang digelontorkan untuk hal ini.
Di negara-negara yang berkendara di jalur kanan seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, posisi setir ada di kiri, prinsipnya sebenarnya sama yakni pengemudi harus bisa melihat kondisi jalan di sisi lawan untuk memudahkan menyalip dan meningkatkan keselamatan.
Jadi, posisi setir mobil di kanan di Indonesia bukan kebetulan atau keputusan sembarangan, ini adalah hasil dari pengaruh sejarah kolonial dan pertimbangan teknis demi keselamatan pengemudi. Sistem ini juga digunakan oleh banyak negara lain di dunia.
Dengan mengetahui fakta ini, kita jadi bisa lebih menghargai tradisi berkendara yang sudah ada sekaligus memahami alasan mengapa sistemnya berbeda di berbagai negara.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira