JP Radar Kediri - Mobil dengan transmisi otomatis (matic) kini semakin populer karena kemudahan dalam pengoperasiannya.
Namun, banyak pengemudi masih belum memahami sepenuhnya cara penggunaan tuas transmisi yang benar, terutama saat berhenti di lampu merah atau rambu lalu lintas.
Salah satu kebiasaan umum adalah tetap membiarkan tuas berada di posisi "D" sambil menahan rem kaki. Lantas, apakah hal ini berdampak buruk pada kendaraan?
Pertama, beban tambahan pada komponen transmisi. Saat tuas tetap di posisi D dan mobil dihentikan hanya dengan rem kaki, transmisi otomatis masih mencoba menggerakkan kendaraan ke depan.
Hal ini menyebabkan gaya saling bertentangan antara mesin dan rem, menciptakan beban tambahan pada torque converter dan sistem transmisi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat keausan pada komponen transmisi.
Kedua, risiko overheat pada transmisi. Pada kondisi stop-and-go seperti di lampu merah yang lama, panas pada transmisi bisa meningkat jika mobil terus berada di posisi D sambil menahan rem.
Hal ini bisa menyebabkan oli transmisi menjadi lebih cepat rusak, mengurangi kemampuannya melindungi komponen internal.
Ketiga, kenyamanan dan keselamatan. Menahan pedal rem dalam waktu lama tidak hanya melelahkan, tetapi juga berisiko jika kaki terpeleset atau tidak sengaja terangkat.
Mobil bisa langsung bergerak maju karena posisi masih di D. Dari sisi keselamatan, ini jelas berbahaya, apalagi jika berada dekat dengan kendaraan lain atau pejalan kaki.
Keempat, konsumsi bahan bakar. Mesin tetap bekerja untuk menyalurkan tenaga ke roda meskipun kendaraan tidak bergerak.
Meskipun konsumsi bahan bakarnya tidak signifikan tinggi, posisi D saat berhenti tetap membuat mesin sedikit lebih aktif dibandingkan posisi N.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.