JP Radar Kediri – Buat kamu yang lagi cari mobil bekas, khususnya di wilayah Kediri Raya, Toyota Yaris "bakpao" bisa jadi salah satu pilihan menarik. Meskipun umurnya sudah nggak muda lagi, hatchback 1.500 cc dari Toyota ini tetap punya banyak keunggulan. Yuk, kita bahas lebih lengkap soal kelebihan dan kekurangannya!
Sekilas Sejarah Toyota Yaris Bakpao
Toyota Yaris mulai masuk ke pasar Indonesia pada tahun 2006, langsung dengan generasi kedua (kode bodi XP90). Versi global generasi pertamanya memang nggak sempat dipasarkan di sini.
Yaris hadir untuk jadi pesaing utama Honda Jazz, yang saat itu sudah duluan mengaspal. Menariknya, kalau Honda Jazz tampil sporty dengan desain tajam-tajam, Yaris malah mengusung bentuk serba membulat yang lebih dewasa makanya dijuluki "Yaris Bakpao."
Saat pertama kali launching, Toyota langsung memperkenalkan empat varian, mulai dari E M/T sebagai versi paling terjangkau, sampai S Limited A/T yang paling lengkap fiturnya. Tahun 2008, tipe J dirilis sebagai varian entry-level, dan varian TRD Sportivo ikut hadir dengan tambahan body kit sporty. Kalau dihitung, Yaris Bakpao sempat mengalami dua kali facelift, yaitu di tahun 2008 dan 2012.
Baca Juga: Kenapa Ban Mobil Listrik Harus Dirancang Khusus? Ini 3 Alasan Pentingnya
Kelebihan Toyota Yaris Bakpao Bekas
Kalau kamu serius mau berburu Yaris Bakpao bekas, ini beberapa poin keunggulannya:
1. Mesin Bandel dan Spare Part Melimpah
Yaris Bakpao dibekali mesin 1NZ-FE berkapasitas 1.500 cc, 4-silinder DOHC dengan teknologi VVT-i.
Tenaganya 109 dk di 6.000 rpm dengan torsi 141 Nm di 4.200 rpm—bukan yang paling besar, tapi terkenal bandel dan tahan lama.
Mesin ini juga dipakai di Vios dan Limo, mobil andalan armada taksi, jadi sudah teruji kuat di berbagai kondisi jalanan, termasuk jalanan Kediri Raya.
Urusan spare part? Tenang aja. Dari yang orisinal, aftermarket, sampai KW pun banyak tersedia.
2. Konsumsi BBM Irit
Salah satu daya tarik Yaris Bakpao adalah irit bahan bakar.
Untuk rute dalam kota, konsumsi BBM-nya sekitar 11-12 km/liter, sementara di jalan tol bisa tembus 14 km/liter.
Cocok banget buat kamu yang sehari-hari harus wara-wiri di jalanan Kediri dan sekitarnya.
3. Perawatan Mudah dan Murah
Perawatan mobil ini terbilang simpel. Mesin, transmisi, dan kaki-kakinya kuat, plus banyak bengkel umum yang bisa menangani Yaris Bakpao.
Meski begitu, tetap perlu disiplin melakukan servis berkala sesuai buku panduan, kayak ganti oli, periksa rem, dan cek komponen penting lainnya.
Baca Juga: Toyota bZ7: Mobil Listrik Baru Hasil Kolaborasi dengan GAC, Cek Spesifikasi Lengkap Di sini
4. Harga Bekasnya Masih Ramah di Kantong
Buat budget anak muda, Yaris Bakpao masih sangat terjangkau. Berdasarkan data harga bekas:
- Tahun 2006, tipe E: Rp 80–90 jutaan
- Tahun 2007–2009, tipe E: Rp 85–100 jutaan
- Tahun 2010–2011, tipe E: Rp 105–110 jutaan
- Tahun 2012–2013, tipe E: Rp 115–120 jutaan
- TRD Sportivo 2012–2013: Rp 140–150 jutaan
Tentu harga bergantung pada kondisi unit dan riwayat servisnya.
Kekurangan Toyota Yaris Bakpao
Selain keunggulannya, Yaris Bakpao juga punya beberapa catatan penting:
1. Rack Steer Rentan Bermasalah
Banyak pemilik Yaris Bakpao mengeluhkan masalah di rack steer, terutama karena usia pakai dan sistem power steering elektrik (EPS). Gejalanya antara lain setir terasa berat atau bergetar saat digunakan.
Kalau kamu beli Yaris Bakpao, siapkan budget sekitar Rp 1,3 juta untuk perbaikan rack steer di bengkel spesialis kaki-kaki.
2. Speedometer di Tengah
Posisi speedometer yang berada di tengah dashboard mungkin terasa aneh buat sebagian pengemudi. Buat kamu yang belum terbiasa, perlu waktu adaptasi sedikit.
3. Desain Dasbor Kurang Sporty
Dibandingkan Honda Jazz GD3 atau GE8, desain dashboard Yaris Bakpao yang serba membulat dinilai kurang sporty. Tapi ini soal selera sih ada juga yang justru suka tampilannya yang unik dan beda. (kem)
Penulis: Kemal Fahreza Jibran
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira