JP Radar Kediri - Fanbelt motor, atau yang sering disebut V-belt, merupakan salah satu komponen vital dalam sistem penggerak motor matic, yang berfungsi menghubungkan tenaga dari mesin ke roda belakang melalui transmisi CVT (Continuously Variable Transmission).
Namun, jika fanbelt mengalami keausan atau kerusakan dan tidak segera diganti, risiko putus di tengah perjalanan tidak bisa dihindari.
Menurut pedoman servis resmi dari beberapa pabrikan seperti Honda dan Yamaha, penggantian fanbelt disarankan dilakukan setiap 20.000 hingga 24.000 kilometer atau sesuai kondisi fisik fanbelt, berikut ini ciri ciri fanbelt motor wajib segera diganti:
-
Fanbelt Retak atau Aus
Cek kondisi visual fanbelt secara rutin, namun jika terlihat retakan kecil, permukaan aus, atau terdapat bagian yang terkelupas, itu pertanda fanbelt sudah melemah.
Berdasarkan Service Manual Honda, fanbelt dengan kondisi seperti ini harus segera diganti untuk mencegah kegagalan fungsi.
Baca Juga: Cewek Wajib Tahu! Pentingnya Ganti Oli Mesin Secara Rutin untuk Kendaraan Kesayangan
-
Akselerasi Motor Menurun
Salah satu tanda fanbelt aus adalah penurunan performa akselerasi, ciri khasnya pada tarikan motor terasa lebih berat atau tidak responsif meski gas sudah dibuka penuh.
Ini terjadi karena fanbelt kehilangan elastisitas sehingga tidak dapat mentransfer tenaga dengan optimal.
-
Muncul Bunyi Berdecit dari Area CVT
Bunyi mencicit atau berdecit yang terdengar saat motor baru berjalan atau saat berakselerasi menunjukkan fanbelt mulai keras atau permukaannya kasar, dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan fanbelt putus secara tiba-tiba.
-
Getaran Berlebih Saat Berkendara
Jika motor terasa bergetar saat melaju pada kecepatan rendah hingga sedang, fanbelt bisa jadi salah satu penyebabnya.
Getaran ini muncul akibat fanbelt yang sudah tidak rata atau mengalami keausan berat.
Baca Juga: Honda Vario Overheat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Mudah!
-
Ketebalan Fanbelt Sudah Di Bawah Standar
Dalam panduan Yamaha NMAX 155, fanbelt yang ketebalannya di bawah 8,5 mm harus segera diganti.
Pengukuran dapat dilakukan saat servis berkala di bengkel resmi untuk memastikan kondisinya masih dalam batas aman.
Risiko Fatal Jika Fanbelt Tidak Segera Diganti
Mengabaikan kondisi fanbelt yang aus dapat berujung pada kerusakan fatal, selain fanbelt putus, kerusakan bisa merembet ke puli primer, puli sekunder, hingga kerusakan total pada sistem CVT.
Biaya perbaikannya jauh lebih mahal dibandingkan mengganti fanbelt secara rutin, selain itu, fanbelt yang putus saat berkendara bisa membahayakan.
Baca Juga: Pahami Perbedaan Mobil Hybrid dan Plug-in Hybrid (PHEV), Jangan Sampai Salah Pilih!
Mengacu pada data resmi pabrikan Waktu Ideal Ganti Fanbelt Motor:
- Honda jika sudah mencapai 20.000 sampai 24.000 km
- Yamaha pada 20.000 sampai 24.000 km
- Suzuki pada 18.000 sampai 20.000 km
Disarankan melakukan pemeriksaan fanbelt setiap 8.000 km untuk mendeteksi lebih awal kerusakan yang mungkin terjadi.
Memahami ciri ciri fanbelt motor wajib diganti adalah langkah penting dalam perawatan kendaraan, pastikan jangan tunggu hingga fanbelt putus di jalan.
Segera lakukan pemeriksaan berkala dan penggantian tepat waktu untuk menjaga performa motor tetap maksimal dan perjalanan tetap aman.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira