Pahami Perbedaan Mobil Hybrid dan Plug-in Hybrid (PHEV), Jangan Sampai Salah Pilih!
Internship Radar Kediri• Senin, 28 April 2025 | 22:19 WIB
Hybrid vs PHEV (Plug Hybrid Electric Vehicle)
JP Radar Kediri - Peluncuran Chery Tiggo 8 CSH, salah satu mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru dari Chery, semakin menarik perhatian publik akan kendaraan elektrifikasi.
Namun, masih banyak yang bingung soal perbedaan antara hybrid konvensional (HEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Padahal keduanya punya sistem kerja yang berbeda meski sama-sama menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Yuk, kenali perbedaan keduanya agar tidak salah kaprah sebelum memutuskan untuk membeli!
1. Cara Pengisian Baterai
Mobil hybrid konvensional (HEV) tidak perlu diisi ulang lewat colokan listrik. Baterainya otomatis terisi saat mobil melambat atau mengerem berkat teknologi regenerative braking, serta dibantu oleh mesin bensin saat berkendara.
Sebaliknya, PHEV bisa diisi langsung dari sumber listrik eksternal, seperti colokan rumah atau stasiun pengisian. Selain itu, PHEV juga tetap dilengkapi fitur regenerative braking dan mesin bensin sebagai cadangan.
Mobil hybrid hanya membutuhkan baterai berukuran kecil yang berfungsi untuk membantu akselerasi dan efisiensi bahan bakar di kecepatan rendah.
Sementara itu, PHEV dibekali baterai berkapasitas lebih besar, memungkinkan mobil melaju lebih jauh dengan tenaga listrik murni. Hal ini membuat PHEV sangat cocok untuk kebutuhan berkendara harian di dalam kota.
3. Jarak Tempuh dengan Mode Listrik
HEV biasanya hanya bisa menempuh 1–2 km dengan tenaga listrik murni, itu pun hanya saat kecepatan rendah atau berhenti.
PHEV mampu menjangkau hingga 30–100 km hanya dengan motor listrik, tergantung kapasitas baterai dan kondisi jalan. Jadi, PHEV memungkinkan pengguna berkendara tanpa bensin dalam rute pendek, selama baterai terisi penuh.
4. Konsumsi dan Efisiensi Bahan Bakar
Meski lebih hemat dari mobil bensin biasa, HEV tetap bergantung pada mesin bakar sebagai sumber tenaga utama.
PHEV jauh lebih efisien, karena bisa beroperasi sepenuhnya dengan tenaga listrik. Namun ketika baterai habis atau untuk perjalanan jauh, mesin bensin bisa langsung aktif. Inilah yang menjadikan PHEV fleksibel dan efisien di berbagai kondisi.
Baik hybrid maupun plug-in hybrid, keduanya menawarkan efisiensi dan ramah lingkungan. Namun, PHEV lebih unggul dalam hal fleksibilitas dan jarak tempuh listrik. Cocok buat kamu yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi, tapi belum siap sepenuhnya meninggalkan mesin bensin.(kem)