JP Radar Kediri – Transportasi darat menggunakan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, khususnya untuk perjalanan malam jarak jauh.
Dengan rute-rute yang membentang antarprovinsi, bahkan menempuh waktu lebih dari 12 jam, perusahaan otobus (PO) kini banyak yang menerapkan sistem dua driver dalam satu armada. Apa alasan dan keuntungannya?
Pertama, pentingnya dua driver untuk perjalanan jauh. Mengemudi dalam waktu lama sangat melelahkan dan berisiko jika hanya dilakukan oleh satu orang.
Untuk itu, sistem dua driver (sering disebut juga "double driver") diterapkan demi keselamatan penumpang. Driver bisa bergantian, sehingga tetap segar dan fokus di jalan.
Selain itu, juga mematuhi regulasi. Aturan dari Kementerian Perhubungan mengharuskan ada dua driver untuk perjalanan lebih dari 8 jam nonstop.
Mengurangi risiko microsleep. Kelelahan bisa menyebabkan pengemudi tertidur sejenak tanpa sadar, yang sangat berbahaya di jalan tol atau jalur cepat.
Kedua, cara kerja sistem dua driver. Biasanya, dua driver ini bekerja dengan sistem shift. Driver pertama memulai perjalanan, biasanya hingga tengah malam atau saat tiba di titik peristirahatan. Driver kedua menggantikan untuk melanjutkan perjalanan hingga sampai di tujuan.
Saat tidak menyetir, driver lainnya beristirahat di kursi khusus di bagian depan atau belakang bus, bahkan beberapa bus menyediakan tempat tidur mini khusus untuk kru.
Ketiga, kenyamanan penumpang jadi prioritas. Dengan adanya dua driver. Perjalanan lebih tenang dan aman, karena pengemudi tidak dipaksa kerja melebihi batas fisik. Kemudian, jadwal lebih tepat waktu karena bus tidak perlu berhenti lama untuk istirahat pengemudi. Dan juga kecelakaan akibat kelelahan bisa diminimalisir.
Keempat, tantangan dan biaya tambahan. Tentu saja, menerapkan sistem dua driver juga membawa konsekuensi. Sehingga biaya operasional lebih tinggi, karena PO harus menggaji dua driver untuk satu perjalanan.
Manajemen kru lebih kompleks, terutama dalam menjaga kualitas dan kondisi fisik semua pengemudi. Namun, bagi perusahaan yang mengutamakan reputasi dan keselamatan, ini adalah investasi yang sangat layak.
Editor : Anwar Bahar Basalamah