JP Radar Kediri - Microsleep adalah episode singkat di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara, biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Episode ini sering terjadi tanpa disadari, dan mata bisa tetap terbuka atau tertutup saat microsleep berlangsung.
Microsleep biasanya terjadi ketika seseorang sangat mengantuk atau kurang tidur, dan otak "mematikan" sejenak meskipun orang tersebut sedang melakukan aktivitas, seperti mengemudi, bekerja, atau bahkan berbicara.
Penyebab Microsleep
1. Kurang Tidur Kronis
Kurang tidur dalam jangka panjang adalah penyebab utama microsleep. Ketika otak kekurangan istirahat, kemampuan untuk tetap terjaga berkurang, dan otak mulai memasuki mode tidur meskipun Anda masih terjaga.
2. Kelelahan Mental dan Fisik
Kelelahan yang ekstrem dapat membuat otak tidak mampu mempertahankan fokus, sehingga episode microsleep lebih mungkin terjadi.
3. Pekerjaan yang Membosankan atau Berulang
Aktivitas monoton, seperti mengemudi di jalan lurus atau pekerjaan yang memerlukan perhatian rendah, meningkatkan risiko microsleep karena otak cenderung "berhenti" sejenak.
4. Gangguan Tidur
Kondisi seperti sleep apnea, insomnia, atau narcolepsy dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk, sehingga meningkatkan risiko microsleep.
5. Penggunaan Obat atau Zat Tertentu
Beberapa obat penenang, antidepresan, atau konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu rasa kantuk yang ekstrem, meningkatkan peluang terjadinya microsleep.
Tanda-tanda Microsleep
- Microsleep sering terjadi tanpa disadari, tetapi beberapa tanda berikut dapat menjadi petunjuk:
- Tiba-tiba kehilangan fokus atau melamun.
Kelopak mata terasa berat atau sering berkedip.
- Kepala mengangguk secara tidak sadar.
- Lupa apa yang baru saja dilakukan atau dikatakan.
- Sensasi seperti "kaget bangun" ketika tersadar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah