JP Radar Kediri - Industri mobil listrik semakin berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah kehadiran merek merek besar seperti Tesla, Hyundai, Wulling, BYD, dan Cherry, kini Xpeng, salah satu manufaktur otomotif ternama asal Tiongkok siap memasuki pasar mobil listrik di Indonesia.
XPeng Motors adalah Perusahaan otomotif asal Tiongkok salah satu pemasok kendaraan listrik terbesar. Didirikan pada tahun 2014, Xpeng berfokus pada pengembangan mobil listrik pintar dengan teknologi otonom, konektivitas canggih, dan desain futuristik. Xpeng telah mengeluarkan beberapa model unggulan seperti Xpeng P7, G6, dan G9, telah mendapata perhatian global karena menawarkan kombinasi teknologi inovatif, dengan harga yang kompetitif.
Dengan kehadiran Xpeng, kini industry otomotif asal Tiongkok total sudah menjadi 18 brand yang menyebar di Indonesia. Jumlah tersebut melampui jumlah brand jepang yang ada di Indonesia saat ini.
XPeng telah menunjuk Erajaya Active Lifestyle (EAL), anak perusahaan dari Erajaya yang dikenal sebagai grup retail elektronik ternama, sebagai agen tunggal pemegang merek di Indonesia. Keputusan ini memunculkan pertanyaan apakah Erajaya akan menghadirkan mobil XPeng melalui showroom khusus atau justru menggabungkannya dengan produk elektronik lain, menawarkan konsep one-stop shopping di mana pelanggan dapat membeli mobil sekaligus gadget, laptop, atau peralatan rumah tangga. Selain itu, XPeng juga berencana memulai perakitan lokal di Indonesia, tepatnya di kawasan Purwakarta, Jawa Barat, pada semester kedua tahun 2025.
Xpeng dikabarkan membawa dua model sekaligus, yaitu X9, dan G6. Keduanya berada di segmen berbeda, jika X9 merupakan sebuah MPV luxury engan kapasitas tujuh tempat duduk. Mobil ini dibekali baterai listrik berkapasitas 101,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 702 km dalam satu kali pengisian penuh.
Sedangkan G6 adalah sebuah medium SUV listrik dengan desain yang sporty dan modern. Di pasar Tiongkok, mobil ini menawarkan dua tipe baterai: LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NMC (Nickel Manganese Cobalt). Daya jelajahnya bervariasi, mulai dari 435 km hingga 570 km dalam satu kali pengisian penuh. Di Indonesia, XPeng G6 akan bersaing dengan SUV listrik lainnya seperti BYD Seal 7 dan ION Hytech HT..
CEO Erajaya, Johan Sutanto mengatakan, sebagian besar fitur dan teknologi yang ada di XPeng akan diadopsi ke pasar Indonesia. Namun, ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan, terutama terkait kondisi jalanan di Indonesia yang tidak memungkinkan beberapa fitur digunakan secara maksimal.
Patut dinantikan apakah Xpeng bisa bersaing dan sukses di Indonesia melihat potensi yang dimiliki dengan teknologi yang canggih, dan harga yang kompetitif. Jika mampu mengatasi tantangan yang ada, Xpeng bisa jadi salah satu actor utama di pasar mobil listrik di Indonesia
Naufal Indra Mahardika
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira