Resensi buku berjudul Filsafat Pendidikan: Dasar Teoretis dan Aplikasinya dalam Praktik Pendidikan Modern karya Dr. Teguh Triwiyanto, M.Pd. yang diterbitkan oleh Bumi Aksara pada tahun 2025 di Malang ini hadir sebagai kompas filosofis yang memandu kembali hakikat pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Di tengah lanskap pendidikan modern yang sering kali terjebak dalam arus pragmatisme teknokratis di mana keberhasilan belajar direduksi sebatas angka statistik, pencapaian kognitif, dan pemenuhan kompetensi teknis karya akademisi Universitas Negeri Malang ini menyajikan sintesis harmonis antara fondasi teori yang abstrak dengan praksis manajemen serta implementasi kurikulum di persekolahan.
Secara konseptual, penulisan buku ini diikat oleh analogi bernas yang menjelaskan hubungan antara filsafat dan teori pendidikan, di mana filsafat diibaratkan sebagai peta dunia besar atau fondasi rumah, sedangkan teori pendidikan merupakan rute perjalanan atau bangunan rumah itu sendiri. Pembahasan dibuka dengan membedah hakikat ilmu pendidikan yang dinamis, lalu membawa pembaca melintasi tiga pilar utama filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penulis juga mengurai implikasi berbagai mazhab klasik hingga modern seperti Stoikisme, Pragmatisme, Eksistensialisme, dan Nihilisme terhadap dunia persekolahan.
Kedalaman buku ini makin terasa melalui dialog pemikiran para tokoh besar dunia dan nasional, mulai dari gagasan Plato, Aristoteles, John Dewey, Maria Montessori, Paulo Freire, hingga filosofi pembebasan dan kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara (Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani). Gagasan tersebut kemudian disambungkan secara sistematis ke dalam konteks teori belajar, tumbuh kembang peserta didik, dinamika kurikulum, hingga teori manajemen dan organisasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Keunggulan utama buku ini terletak pada kemampuannya menyajikan materi filsafat yang dikenal rumit menjadi bahasa akademis yang lugas dan berdaya jangkau pedagogis tinggi. Penulis berhasil menjaga keseimbangan antara diskursus global dengan konteks lokal Indonesia, sehingga pemikiran yang disajikan memiliki pijakan yang kuat bagi mahasiswa maupun praktisi. Integrasi antara bab filsafat dengan bab manajemen dan kurikulum secara khusus memberikan nilai tambah, karena membuktikan bahwa kebijakan, tata kelola, dan SOP sekolah sejatinya lahir dari akar pilihan filosofis lembaga. Meski demikian, kepadatan cakupan materi yang merangkum 14 bab sekaligus berpotensi membuat pembaca pemula di tingkat awal perlu mencermatinya secara lebih perlahan. Selain itu, porsi pembahasan terkait etika filsafat dalam merespons disrupsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di masa depan masih dapat diekspansi lebih dalam.
Buku ini merupakan referensi yang sangat berharga bagi pendidik, pengambil kebijakan, serta mahasiswa sarana maupun pascasarjana. Dr. Teguh Triwiyanto berhasil mengingatkan bahwa manajemen dan praktik pendidikan bukanlah sekadar urusan administrasi formalitas, melainkan sebuah ikhtiar pembentukan manusia yang berpikir kritis, berkarakter, dan memiliki kesadaran etis. Karya ini sangat direkomendasikan sebagai bacaan utama dalam mengawal arah dan praktik pendidikan di Indonesia.
IDENTITAS PENULIS
Anna Yolla Wulansari merupakan mahasiswa Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Di samping menempuh studi pascasarjana, ia aktif menjalankan profesi pendidik dan mendedikasikan dirinya dalam kegiatan pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Azzahir Ploso 2, Kediri. Ketertarikannya pada penguatan tata kelola sekolah, pengembangan kurikulum, serta manajemen sumber daya manusia di lembaga pendidikan mendorongnya untuk terus berkontribusi aktif melalui kajian ilmiah, penulisan karya akademis, dan praksis pembelajaran di lapangan.
Penulis : Dr. Teguh Triwiyanto, M.Pd.