Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menjemput Kedaulatan Pangan: Dari Desa Kita Berjaya

rekian • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB
Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri M Yusuf Aziz
Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri M Yusuf Aziz

 

Ancaman krisis pangan global telah menjadi kenyataan yang tak bisa lagi diabaikan. Di tengah gejolak harga, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian iklim, fokus kita harus bergeser dari mencari solusi jangka pendek di tingkat nasional ke menguatkan basis produksi pangan di tingkat paling dasar: desa.

DPD PAN Kabupaten Kediri berkomitmen bahwa desa adalah "fondasi pertahanan terakhir kedaulatan bangsa" bukan retorika kosong. Desa menyimpan sumber daya alam, tradisi agrikultur, dan kearifan lokal yang, bila diberdayakan, mampu menumbuhkan ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Spirit Baru PAN Kabupaten Kediri di Pelantikan Serentak DPD PAN se-Jatim : Gerak Cepat Bantu Rakyat dari Desa Menuju Kejayaan

Inisiatif membentuk "Troika Relawan Desa" adalah langkah strategis yang relevan. Relawan yang ditempatkan sebagai simpul penggerak dapat menjembatani kebutuhan teknis petani, akses pasar, serta informasi kebijakan publik.

Peran ini penting karena problem utama di banyak desa bukan sekadar lahan atau modal, melainkan koordinasi, pengetahuan tentang praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, dan akses teknologi sederhana yang meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban biaya. Dengan kader yang terlatih untuk menyalurkan inovasi, desa bisa bertransisi dari produksi subsisten menjadi produksi yang bernilai tambah.

Baca Juga: Yusuf Aziz Jadi Nakhoda Baru DPD PAN, Pergeseran Pucuk Pimpinan tanpa Gesekan

Namun, upaya semacam ini harus lebih dari sekadar simbolisme. Penghargaan kepada inovator lokal — peternak mandiri atau pembuat pupuk kandang yang memasarkan online — adalah langkah positif untuk membangun kultur penghargaan atas kerja keras dan kreativitas. Pengakuan tersebut memperkuat insentif bagi warga untuk mengembangkan praktik-praktik yang efisien dan ramah lingkungan.

Tetapi penghargaan perlu diiringi dukungan konkret: akses permodalan mikro yang terjangkau, program pelatihan berkelanjutan, fasilitas penyimpanan dan pengolahan sederhana, serta konektivitas digital untuk memperluas pasar.

Baca Juga: Abdul Bagi Bafaqih Kembali Dipercaya Jadi Ketua DPD PAN Kota Kediri

Kebijakan anggaran yang menekan ruang gerak pembangunan desa harus menjadi perhatian utama. Pemotongan anggaran di level pusat atau daerah berpotensi menghambat program pemberdayaan yang baru mulai berjalan.

Oleh karena itu, intervensi politik yang dijanjikan PAN harus diarahkan pada kebijakan fiskal pro-desa—mengamankan alokasi dana desa untuk program produktif, bukan hanya belanja administratif. Selain itu, sinergi antara pemerintah, partai politik, LSM, dan sektor swasta perlu dibangun agar program-program di lapangan mendapat pembiayaan, pendampingan teknis, dan akses pasar yang nyata.

Baca Juga: Kapan Koperasi Merah Putih Diresmikan dan Beroperasi Serentak? Begini Penjelasan Menko Zulkifli Hasan

Pendekatan holistik juga penting: ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tapi juga distribusi, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan ekonomi keluarga. Praktik agroforestry, pertanian organik terpadu, pengolahan hasil di desa, serta pemasaran digital bisa mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan. Pendidikan gizi dan praktik konsumsi lokal juga harus disinergikan agar peningkatan produksi berdampak pada kesejahteraan keluarga.

Akhirnya, kemenangan politik atau elektoral tidak boleh menjadi tujuan akhir dari pemberdayaan desa. Kekuatan sebenarnya adalah ketika kebijakan dan program politik meninggalkan warisan kapasitas: petani yang mandiri, rantai pasok lokal yang kuat, dan komunitas yang mampu mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan.

Dari desa yang mandiri inilah kedaulatan pangan berakar kuat, memberi jaminan bagi keluarga, dan membawa Kabupaten Kediri — serta bangsa — menuju kesejahteraan yang lebih tahan uji. Gerak cepat diperlukan, namun perencanaan matang dan dukungan berkelanjutanlah yang akan memastikan bahwa "dari desa kita berjaya" bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan.

Editor : rekian
#M Yusuf Aziz #Partau Amanat Nasional #rapat kerja daerah #DPD PAN Kabupaten Kediri #desa