Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sri Mulyani Berhenti Bikin Investor Bertindak Irasional

Emilia Susanti • Minggu, 14 September 2025 | 04:30 WIB
Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa.
Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa.

Berhentinya Sri Mulyani dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia mendapat sorotan publik.

Bahkan momen perpisahannya dengan para pegawai viral di media sosial. Namun di balik itu, fakta penting yang tak boleh luput adalah anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Beberapa tahun yang lalu, bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo dikabarkan sempat mengguncang saham minuman bersoda.

Dalam video yang beredar kala itu, Ronaldo tampak jelas menggeser botol minum Coca-Cola saat melakukan konferensi pers jelang pertandingan Hongaria vs Portugal.

Lalu setelahnya, dia mengangkat sebuah botol air mineral di depan kamera dengan mengatakan 'water'.

Ternyata, aksi yang dilakukannya itu memicu sentimen negatif terhadap saham Coca-Cola. Pasalnya, sahamnya langsung anjlok.

Ya walaupun kemudian ada pihak-pihak yang berpandangan bahwa hal itu tidak semata-mata karena aksi Ronaldo.

Berbicara mengenai pasar saham, setiap investor selalu memiliki banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Mulai dari suku bunga, nilai tukar, kebijakan pemerintah, hingga aksi dari korporasi perusahaan.

Setidaknya, hal-hal tersebut menjadi faktor rasional seseorang membuat keputusan di pasar saham.

Kendati demikian, ada faktor-faktor yang mungkin bisa dibilang irasional. Dalam hal ini, kasus anjloknya saham Coca-Cola yang dikaitkan dengan aksi Cristiano Ronaldo bisa menjadi salah satu contoh.

Pasalnya, eks pemain Real Madrid tersebut menjadi sosok atlet yang selalu menggaungkan hidup sehat. Yang mana, minuman berkarbonasi seperti Coca-Cola tidaklah baik untuk kesehatan tubuh. Sehingga, dia menggeser minuman tersebut.

Selanjutnya, hal ini menyiratkan bahwa Ronaldo ingin orang-orang memilih minum air putih. Bukannya minuman berkarbonasi.

Karenanya, apa yang dilakukan Ronaldo tersebut menimbulkan sentimen negatif terhadap investor. Yang akhirnya membuat orang-orang melakukan aksi jual secara bersamaan.

Nah, apa yang terjadi pada IHSG saat Sri Mulyani berhenti dari jabatannya juga terbilang mirip. Pasalnya, IHSG anjlok hingga 1,28% saat Presiden Prabowo melakukan reshuffle.

Bahkan sebelumnya, isu ketika dirinya mundur juga membuat pasar saham terguncang. Artinya, Sri Mulyani menjadi salah satu tokoh penting yang membuat seseorang berperilaku irasional dalam berinvestasi.

Dalam hal ini, pemerintah harus selalu berhati-hati dalam membuat kebijakan mendatang.  Termasuk meminta para pejabat publiknya untuk berhati-hati dalam bersikap dihadapan publik.

Khususnya untuk pengganti Sri Mulyani. Apabila terjadi blunder yang dilakukan menteri baru, kepercayaan terhadap pasar uang makin turun. Investor pun makin cemas. Hingga akhirya, stabilitas bisa menjadi ancaman kedepan.

Lebih dari itu, pemerintah harus semakin rasional untuk menjaga stabilitas ekonomi. Baik dalam kebijakan moneter maupun fiskal.

Dalam hal ini, program-program yang hanya menghabiskan anggaran tanpa ada multiplier effect tak boleh dipaksakan lagi. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

Editor : Andhika Attar Anindita
#sri mulyani #irasional #investor #Reshufffle Kabinet