Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Antara Remaja dan Balap Liar

Hilda Nurmala Risani • Senin, 11 Agustus 2025 | 06:00 WIB
Antara Remaja dan Balap Liar
Antara Remaja dan Balap Liar

Remaja adalah usia dimana manusia sedang mencari jati dirinya. Selain peran orang tua, pergaulan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Tak jarang mereka yang salah pergaulan bisa terjerumus ke tindakan negatif. Salah satunya adalah balap liar.

Berbicara tentang balap liar, sepertinya sudah tidak asing di telinga masyarakat. Itu karena seringkali keberadaannya membuat masyarakat takut dan resah. Tak hanya itu, balap liar ini juga berbahaya untuk diri sendiri maupun orang lain.

Hingga saat ini ternyata masih sering dijumpai aksi balapan liar di jalanan umum termasuk di wilayah Kediri.

Memang ini bukan aksi pertama kali, namun kasus ini kembali ramai diperbincangkan lantaran ada pengendara sepeda motor yang sedang melakukan balap liar dan terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Netizen pun ramai mengomentari peristiwa laka lantas tersebut. Bukannya memberi ucapan belas kasih, justru banyak dari mereka yang merasa puas karena pelaku balap liar itu mendapatkan karmanya.

Mereka pun ramai-ramai mengungkapkan jika aksi ini tidak terjadi satu dua kali. Melainkan setiap hari menjelang weekend.

Mirisnya pelaku balap liar ini mayoritas masih berusia remaja. Banyaknya remaja yang melakukan aksi tidak terpuji rata-rata merupakan anak di bawah umur. Yang usianya belum cukup untuk mempunyai surat ijin mengemudi (SIM).

Dan biasannya kendaraan yang digunakan tidak memiliki surat-surat yang lengkap. Bahkan sering ditemukan motor yang tidak sesuai standar pabrik atau di sebut motor bodong.

Untuk diketahui, aksi balap liar yang dilakukan oleh remaja ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Seperti faktor ekonomi, keluarga, dan lingkungan. Aksi balap liar ini dilaksankan tentu bukan tanpa alasan. 

Beberapa remaja mungkin hanya ingin berlomba-lomba mencari sensasi belaka dengan mengadu kecepatan motornya hingga memperoleh kepuasan tersendiri.

Namun ada juga yang memanfaatkan kegiatan ini sebagai unsur taruhan. Dengan harga yang tidak main-main. Setiap taruhan nilainya bisa mencapai angka fantastis.

Tak heran, banyak remaja yang tertarik masuk jalur ini guna menghasilkan uang banyak dengan cara instan.

Maka dari itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam kasus ini. Orang tua perlu memberi perhatian kepada anak-anaknya.

Selain pendidikan dan ilmu agama yang baik. Karena di zaman sekarang ini hanya dua poin tersebut yang mampu menjadi pegangan bagi para remaja.

Kedepan aksi balap liar ini jika dibiarkan bisa berakibat fatal. Hal-hal yang tidak diinginkan pun bisa terjadi.

Misalkan tindakan kriminalitas membacok pihak lawan yang memenangkan pertandingan. Rasa iri dan dengki bisa muncul dalam hitungan sekejap saja.

Dan kita tahu tindakan kriminalitas ini muncul bukan karena direncanakan, melainkan terjadi karena adanya kesempatan.

Oleh karenanya, andil pihak kepolisian juga diperlukan. Tak hanya melakukan penindakan tilang bagi pengendara motor yang tidak patuh aturan.

Tetapi juga rutin melakukan patroli dan menindak tegas mereka yang berlaku sewenang-wenang di jalan raya. 

Penindakan secara tegas dari pihak kepolisian diperlukan untuk memberi efek jera bagi pelaku. Sebab seringkali hukuman ringan membuat pelaku merasa tidak takut untuk mengulangi perbuatannya lagi. 

Di lain sisi, pihak sekolah juga perlu untuk terlibat dalam meminimalkan jumlah pelajar yang melakukan aksi balap liar.

Mungkin bisa dilakukan dengan memberi pekerjaan rumah maupun penugasan lain yang membuat remaja harus berdiam diri di rumah saat malam hari.

Tentu dengan kerja sama berbagai stakeholder ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah korban akibat aksi balap liar. Sebab satu nyawa terlalu berharga untuk tindakan yang sia-sia. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

Editor : Andhika Attar Anindita
#opini #balap liar