Saat ini, tren fashion semakin beragam. Salah satunya soal sepatu. Kini, sepatu olahraga tidak hanya untuk olahraga. Namun juga untuk pemakaian sehari-hari. Hal tersebut tidaklah salah. Tetapi jika tidak tepat justru akan menimbulkan cedera.
Sejak booming-nya sosial media, masyarakat semakin peduli dan melek akan dunia fashion. Mereka yang biasanya tak peduli dengan apa yang ia kenakan dan hanya berpikir yang penting nyaman dikenakan, kini mulai berpikir soal menarik atau tidaknya apa yang mereka pakai jika dilihat oleh mata orang lain.
Hal tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengikuti tren fashion yang sedang trending. Jika berbicara mengenai fashion, banyak sekali bagiannya. Salah satunya adalah sepatu.
Saat ini, sepatu sudah menjadi unsur penting dalam dunia fashion. Bahkan tak jarang, hanya melihat dari jenis sepatu yang dikenakan, bisa menilai seperti apa gaya fashion si pemakainya.
Jika berbicara mengenai sepatu, sebetulnya, sepatu terdiri dari berabagai jenis, tergantung penggunaannya. Misalnya, ada sepatu lari, ada sepatu skate, ada sepatu basket, dan sepatu formal.
Itu hanya sebagian kecil dari jenis-jenis sepatu. Namun, seiring berjalannya waktu yang membaut sepatu menjadi salah satu unsur fashion, membuat sepatu apapun tak harus digunakan sesuai fungsinya.
Misalnya, menggunakan sepatu lari untuk penggunaan sehari-hari atau penggunaan secara casual menjadi hal yang wajar. Bahkan tak jarang, dalam acara-acara formal, kadang menemukan orang-orang yang menggunakan sepatu lari, asalkan berwarna hitam polos dan tidak mencolok.
Jika menuruti fashion, tak ada masalah menggunakan sepatu yang tidak sesuai pada fungsinya, yang terpenting nyaman digunakan. Bahkan, sepatu basket Nike Air Jordan yang jelas-jelas merupakan sepatu basket pun, lebih dikenal sebagai sepatu sneakers atau sepatu untuk bergaya.
Namun jika dilihat lebih jauh, memaksakan memakai sepatu olahraga untuk fashion nyatanya juga dapat menimbulkan risiko. Terutama jika kita tidak melihat spesifikasi dan karakteristik sepatu olahraga yang akan dikenakan untuk sehari-hari. Faktanya, saat ini banyak yang mengabaikan hal tersebut.
Misalnya sebagai contoh, akhir-akhir ini, dunia fashion dihebohkan dengan hadirnya sepatu berjenis sepatu lari dari salah satu merk olahraga terkenal asal Jerman, yaitu Adidas.
Merek yang identik dengan tiga strip itu menghadirkan sepatu lari bernama Adidas Adizero Evo SL. Sebenarnya, sepatu tersebut sudah lama hadir dan dijual secara umum, namun baru akhir-akhir ini menjadi booming.
Saat awal-awal munculnya sepatu tersebut pun, jelas-jelas Adidas membrandingnya sebagai sepatu lari dengan performa sedang. Yang membuatnya langsung menjadi trending adalah bentuknya yang simple namun eye catching.
Kenapa simple? Karena sepatu tersebut tidak banyak motifnya, hanya ada motif tiga strip khas Adidas yang cukup besar. Lantas hal tersebut yang membuatnya eye catching.
Kini, sepatu jenis tersebut pun bisa dibilang sangat laris manis. Harga banderolnya adalah Rp 2,3 juta walaupun kurang lebih seminggu yang lalu, Adidas menaikkan harganya menjadi 2,5 juta.
Bahkan, di tingkat reseller, harga jualnya bisa mencapai Rp 3 juta. Minat konsumen yang tinggi di pasaran disinyalir menjadi salah satu harganya menjadi cukup tinggi.
Namun, setelah berjalannya waktu, banyak orang yang sudah menggunakan sepatu tersebut, memberikan pengalaman pemakaian yang kurang baik. Banyak review yang mengatakan sepatu tersebut membuat kaki pengguna sakit saat digunakan untuk pemakaian sehari-hari.
Terutama bagi yang memiliki masalah kaki. Ya, jika dilihat spesifikasinya, sepatu tersebut merupakan sepatu yang digunakan untuk lari jarak menengah. Sehingga karakteristik midsolenya yang empuk, memantulkan energi kaki.
Namun hal tersebut membuatnya menjadi sepatu yang tidak stabil. Jelas hal tersebut yang membuat sepatu tersebut menimbulkan rasa sakit jika digunakan untuk pemakaian sehari-hari. Sepatu yang tidak stabil akan membuat kaki mengalami cedera, misalnya terkilir dan keseleo.
Tak hanya itu, sepatu yang tidak stabil jika digunakan dengan jangka waktu yang lama, misalnya untuk sehari hari, akan membuat nyeri pada kaki. Padahal, banyak survey yang mengatakan bahwa salah memilih alas kaki dapat meningkatkan risiko cedera.
Fenomena tersebut secara tidak langsung mencerminkan bahwa bagaimana masyarakat lebih mengutamakan visual atau penampilan daripada keselamatan dan kesehatan, terutama di bagian kaki.
Sudah seharusnya masyarakat juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam memilih pernak-pernik fashion, khususnya sepatu, supaya gaya yang didapat, tak harus mengorbankan keselamatan dan kesehatan. (Penulis adalah Wartawan Jawa Pos Radar Kediri)
Editor : Andhika Attar Anindita