Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mindfulness: Gym buat Otak yang Kecanduan Instant Gratification

Internship Radar Kediri • Selasa, 17 Juni 2025 | 01:10 WIB
ilustrasi manfaat mindfulness
ilustrasi manfaat mindfulness

Di era digital yang menuntut segala sesuatu serba instan seperti sekarang, makanan cepat saji, notifikasi bersliweran, deadline menumpuk—hidup seolah menjadi daftar tugas yang tak pernah selesai.

Meski sibuk, entah mengapa kita justru semakin merasa hilang. Santai dianggap tidak produktif, pelan-pelan dianggap ketinggalan zaman. Tapi di tengah hiruk-pikuk ini, muncul pertanyaan: 

"Kenapa aku tetap merasa ada ruang hampa yang tidak bisa dijelaskan, padahal aku produktif setiap hari?" Jawabannya mungkin sederhana yaitu kita lupa berhenti sejenak. 

Baca Juga: Cara Sehat agar Tidak Ketergantungan Gadget dengan Digital Detox, Simak Penjelasannya

Kita perlu memberi jeda pada segala hal yang terasa seperti kompetisi ini. Slow down. Sesederhana menyadari makanan saat makan—setiap kunyahan, tekstur, dan sensasi rasanya. Atau sesekali berjalan dengan penuh perhatian, rasakan gerakan tubuh, pemandangan sekitar, udara, atau kicauan burung. Inilah yang disebut mindfulness. 

Mindfulness bukan tentang menambah beban rutinitas baru, tapi justru tentang melepas—melepas autopilot, distraksi, dan tuntutan kesempurnaan. Ini adalah cara hidup living in the moment, benar-benar hadir secara mendalam tanpa campuran hal lain di luar yang sedang dilakukan. 

Setiap hal yang membahagiakan memicu tubuh memproduksi dopamin, hormon yang memengaruhi suasana hati dan menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Mindfulness bisa menjadi bentuk meditasi untuk mereset kembali keseimbangan hormon setelah rutinitas yang berulang dan melelahkan. 

Pada dasarnya, mindfulness adalah potensi alami manusia yang terkikis oleh zaman serba cepat. Ini tentang mengembalikan apa yang seharusnya sudah ada dalam diri kita.

Manfaat mindfulness yang paling berdampak adalah menjadikan pikiran agar lebih fokus terhadap lingkungan sekitar. Apabila hal-hal yang dilakukan terasa monoton, dan gitu-gitu saja, maka mulai agendakan untuk melakukan kegiatan dengan mindfulness.

1. Mengurangi Stres & Kecemasan.

Mindfulness melatih kita untuk fokus pada saat ini, bukan mengkhawatirkan masa depan atau terperangkap di masa lalu. Penelitian Harvard membuktikan praktik ini menurunkan produksi hormon stres (kortisol) dan mengurangi gejala kecemasan.

2. Meningkatkan Fokus & Produktivitas.

Dengan melatih otak untuk tidak multitasking, mindfulness membantu menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.

3. Memperbaiki Hubungan Sosial

Saat benar-benar hadir dalam percakapan (tanpa distraksi gadget), kita menjadi pendengar yang lebih baik. Ini meningkatkan empati dan mengurangi konflik.

Baca Juga: Sembuhkan Luka Batin, Panduan Lengkap Self-Healing Pribadi

4. Mengelola Emosi dengan Lebih Baik

Mindfulness mengajak kita mengamati emosi tanpa langsung bereaksi. Contohnya Saat marah, kita bisa mengenali penyebabnya dulu alih-alih langsung meledak.

5. Meningkatkan Kesehatan Fisik.

6. Mengurangi Kecanduan Dopamin Instan

Di era notifikasi dan scroll media sosial, otak jadi kecanduan dopamin cepat. Mindfulness melatih kita menikmati proses (misalnya: makan perlahan, jalan santai) sehingga tidak selalu mencari instant gratification. 

Baca Juga: Deteksi Diri atau Menyesatkan Diri? Risiko Self-Diagnose yang Jarang Disadari

Memang Mindfulness Bukan Solusi Ajaib, Tapi...

Ia seperti "gym untuk pikiran"—butuh latihan konsisten. Mulai dari hal kecil yang sering dilakukan setiap hari.

Di tengah hiruk-pikuk era digital, mindfulness menawarkan ruang jeda untuk menyelami hidup lebih dalam. la bukan solusi instan, melainkan latihan konsisten layaknya 'gym untuk pikiran'.

Mulailah dengan langkah kecil: makan tanpa distraksi, bernapas sebelum merespons pesan, atau berjalan dengan penuh kesadaran. Bukti ilmiah dari meta-analisis JAMA Internal Medicine (2021) menunjukkan penurunan kecemasan hingga 20-30% berkat praktik ini.

Perubahan mungkin bertahap, tetapi setiap momen kesadaran akan mengisi 'ruang hampa' menjadi kehidupan yang lebih utuh. Mari mulai sekarang-hidup yang penuh makna dimulai kesadaran akan detik ini. Ingatlah You’re a human being, not a human doing.

Mulai hari ini, coba ‘slow down to speed up’—karena hidup bukan race, tapi experience yang worth to be felt deeply.

Penulis: Zulfiana Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Jauhar Yohanis
#Instant Dopamine #mental #Mindfulness