Dunia sepak bola Indonesia kembali heboh. Terbaru adalah kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri.
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan Persik Kediri melawan Arema FC selesai digelar. Sementara, tempat kejadian perkara (TKP) berada di luar Stadion Kanjuruhan.
Insiden pelemparan batu oleh orang-orang yang bersumbu pendek inipun viral dimana-mana. Mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, dan lainnya. Bahkan, media mainstream massif memberitakan insiden ini.
Dalam video atau foto yang beredar, nampak jelas kaca pada bagian kiri bus mengalami pecah. Serpihan kaca pun berserakan dimana-mana.
Sebagian ada di dalam bus. Sebagian lagi di jalan yang dilalui bus. Tepatnya ada di dua titik. Bila tidak salah, ada di perempatan Yonzipur dan pertigaan PLN Kepanjen.
Akibat insiden itu, penumpang di dalam bus pun ada yang terluka. Adalah tim pelatih Persik Kediri. Meliputi Divaldo Alves, Antonio Claudio, dan Alfiat. Beruntungnya mereka hanya mendapat luka ringan.
Secara kerugian materil maupun cedera memang sangat kecil. Pihak Persik Kediri sendiri mengaku sudah menerima permintaan maaf dari tim lawan. Namun, bukan berarti pelaku bisa bebas begitu saja kan?
Hingga H+3, belum ada titik terang siapa orang yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut. Katanya, pihak kepolisian masih memeriksa saksi-saksi serta mengantongi CCTV.
Anehnya, ada hal yang begitu ganjal dalam insiden yang terjadi pada Minggu (11/5). Di era digital saat ini, warga sangat menyukai untuk mengabadikan setiap peristiwa yang terjadi.
Entah itu kecelakaan, kebakaran, percekcokan warga, dan sebagainya. Tetapi dalam insiden yang menimpa Persik Kediri, video yang beredar hanya dari poin of view (POV) orang yang di dalam bus.
Sangat sulit menemukan video dari point of view (POV) luar bus. Sangat ganjal bukan? Tentu saja hal ini menimbulkan kecurigaan. Sebelum terungkap, semua asumsi pun boleh terjadi.
Termasuk dugaan terhadap aksi pelemparan yang terencana. Sebab, aksi dilakukan ketika hari sudah gelap.
Tentu saja hal ini akan membuat pihak kepolisian kesulitan mengidentifikasi wajah pelaku. Terlebih lagi, tidak mungkin hanya satu orang yang melakukan pelemparan. Pasti lebih dari satu orang!
Selanjutnya, sulitnya mencari POV insiden pelemparan batu dari luar bus juga menimbulkan kecurigaan sendiri. Bukan berarti tidak ada videonya.
Bisa jadi orang-orang yang merekam aksi pelemparan mendapatkan intimidasi. Entah siapapun itu.
Padahal, dalam situasi mencekam Tragedi Kanjuruhan I Oktober 2022 silam, beberapa orang masih sempat mengabadikan situasi yang terjadi.
Kemudian, kesiapan para stakeholder dalam menggelar pertandingan juga patut dipertanyakan. Memang, situasi di dalam stadion berjalan lancar dan terbilang kondusif.
Tetapi tanggung jawab mereka tidak hanya di dalam stadion saja. Pengamanan di luar stadion juga harus diperhitungkan dengan matang. Apalagi, kedua tim memiliki sejarah rivalitas.
Seharusnya, saat terjadi pelemparan kepada bus, pihak pengamanan langsung bertindak. Apalagi, salah satu orang di dalam bus sudah menginformasikan adanya tindakan serangan.
Sewajarnya juga, patwal segera berkoordinasi dengan anggota lainnya terkait dengan aksi pelemparan oknum suporter.
Sehingga, petugas pengamanan lainnya segera memberikan tambahan pengamanan. Atau lebih baiknya lagi segera mengamankan orang-orang yang diduga melakukan pelemparan.
Bukankah polisi tidak berseragam sudah disebar untuk memastikan situasi berjalan kondusif? Dan jika memang seluruh prosedur pengamanan dijalankan dengan baik lantas kenapa pelaku belum juga terungkap?
Sungguh, insiden pelemparan batu yang menimpa Persik Kediri sangat biadab. Memang kerugiannya kecil.
Namun siapa yang menjamin amukan oknum tak bertanggung jawab hanya sekadar melempar batu? Dan siapa yang mau bertanggung jawab jika ternyata aksi tersebut menimbulkan korban jiwa lagi?
Semoga saja, masih ada yang memiliki hati nurani dan mengusut tuntas kasus ini. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita