Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Portal Kampus Lifestyle Khazanah Opini RK Institute Internasional

Dewantara

Andhika Attar Anindita • Jumat, 2 Mei 2025 - 05:41 WIB
Ilustrasi Ki Hajar Dewantara.
Ilustrasi Ki Hajar Dewantara.

Kita selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei. Peringatan ini tak lepas dari peran sentral Ki Hajar Dewantara.

Sosoknya sebagai Bapak Pendidikan Nasional memberi pengaruh positif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dipilihnya tanggal ini sendiri lantaran pria dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat lahir pada 2 Mei 1889.

Perjuangannya menentang sistem pendidikan kolonial menjadi semangat yang terus dikobarkan Ki Hajar Dewantara.

Beliau berkeyakinan bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Nilai luhur itulah yang menjadi bahan bakar perjuangannya.

Ki Hajar Dewantara tak sekadar pandai dalam beretorika maupun mengembangkan gagasan belaka.

Lebih dari itu! Beliau mau bersusah payah merealisasikan idenya menjadi kenyataan. Bentuk perlawanannya nyata.

Tidak hanya koar-koar belaka. Perjuangannya gagah nan intelek. Dengan kesadaran penuh, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922.

Lembaga pendidikan tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu. Taman Siswa terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan.

Tanpa memandang status sosial dan latar belakang masyarakat. Semua dapat mengaksesnya.

Ini adalah bentuk perlawanan dengan cara elegan. Namun, dampaknya sangat terasa bagi rakyat Indonesia.

Misi perjuangan tersebut mampu merasuk ke urat nadi masyarakat. Berkat kegigihannya tersebut Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan setelah Indonesia merdeka.

Nilai yang dibawa Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa harusnya menjadi teladan dan fondasi pendidikan kita.

Bahwasanya pendidikan adalah hak seluruh masyarakat. Tidak peduli latar belakangnya. Miskin atau kaya. Semua berhak mendapat pendidikan setara.

Baca Juga: Film Horor Indonesia

Refleksi inilah yang patut kita jadikan tolok ukur. Apakah benar bahwa pendidikan kita sekarang sudah dapat diakses semua kalangan?

Apakah benar bahwa tidak ada diskriminasi dalam dunia pendidikan kita sekarang? Masihkah ada anak Indonesia yang tidak bisa bersekolah karena minimnya akses ke lembaga pendidikan? (*)

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#ki hajar dewantara #pendidikan #hardiknas #opini #taman siswa