Nama : Andita Kurnia Anggraeni
NIM : 202010170311187
Prodi : Akuntansi / FEB
Universitas Muhammadiyah Malang
Dengan langkah inovatifnya, Kota Kediri telah berhasil meningkatkan tingkat kebahagiaan warganya melalui kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menggabungkan 11 instansi pelayanan dalam satu gedung. Transformasi ini membuat urusan administrasi masyarakat semakin mudah dan efisien.
Edi Darmasto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, menjelaskan bahwa MPP tidak hanya sekadar menyatukan instansi, tetapi juga menghadirkan konsep layanan yang berfokus pada lima prinsip utama, dikenal sebagai 5K: kecepatan, kemudahan, kenyamanan, keamanan pelayanan, dan keterjangkauan yang lebih dekat.
"Slogan 5K ini menjadi panduan bagi kami dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus perizinan di MPP merasakan kecepatan, kemudahan, kenyamanan, keamanan pelayanan, dan keterjangkauan yang lebih dekat," ungkap Edi Darmasto pada konferensi pers, Sabtu (9/9).
Salah satu keunggulan MPP Kota Kediri adalah lokasinya yang sangat strategis, terletak di pusat perbelanjaan di jantung kota. "MPP Kota Kediri berada di mal, sehingga proses pengurusan perizinan tidak hanya efisien tetapi juga dapat dinikmati sambil berbelanja atau menikmati fasilitas lainnya," tambahnya.
Edi menekankan bahwa kepuasan masyarakat adalah prioritas utama, dan untuk menghindari ketidakpuasan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk menjaga standar profesionalisme dalam pelayanan. "SDM yang berkompeten, sarana dan prasarana yang nyaman, serta perhatian khusus terhadap masyarakat difabel menjadi bagian dari standar pelayanan kami," jelas Edi.
Setelah dua hari soft launching, MPP Kota Kediri telah melayani 44 pemohon dengan harapan bahwa keberadaannya akan terus memberikan kontribusi positif bagi kebahagiaan dan kesejahteraan warga Kota Kediri. Transformasi layanan publik ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Kritik dan Saran
Meskipun Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Kediri telah memberikan kontribusi positif dalam menyempurnakan kebahagiaan warga, beberapa kritik dan saran muncul untuk meningkatkan efektivitas dan kepuasan masyarakat.
Salah satu kritik yang muncul adalah terkait dengan sosialisasi dan informasi publik. Beberapa warga menyampaikan bahwa informasi terkait layanan yang disediakan oleh MPP belum tersebar dengan baik di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, disarankan agar Pemerintah Kota Kediri meningkatkan kampanye sosialisasi, termasuk pemanfaatan media massa dan jejaring sosial, untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang cukup dan akurat.
Beberapa pemohon juga mengemukakan bahwa meskipun konsep "enjoy bisa sambil belanja atau menikmati hal lain" di MPP sangat positif, namun diperlukan peningkatan dalam hal ruang tunggu dan fasilitas penunjang lainnya. Saran ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki aspek-aspek kecil namun penting dalam pengalaman pengguna di MPP, sehingga kepuasan masyarakat dapat lebih maksimal.
Selain itu, beberapa warga juga mengharapkan adanya pelayanan yang lebih ramah terhadap masyarakat difabel. Meskipun telah disebutkan bahwa pelayanan di MPP harus memperhatikan kelompok ini, beberapa pemohon difabel menyatakan bahwa masih diperlukan peningkatan dalam aksesibilitas dan pelayanan khusus bagi mereka. Oleh karena itu, disarankan agar Pemerintah Kota Kediri bekerja sama dengan organisasi-organisasi penyandang disabilitas untuk memastikan bahwa MPP benar-benar ramah difabel.
Dalam merespon kritik dan saran ini, diharapkan Pemerintah Kota Kediri dapat menjalankan evaluasi berkelanjutan terhadap MPP, melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan pendekatan ini, MPP Kota Kediri dapat terus menjadi model pelayanan publik yang efisien dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dengan lebih baik.
Editor : Anwar Bahar Basalamah