NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Mengintip Pakaian Khas Kabupaten NganjukIdentitas Kota Angin dengan Semangat Anjuk Ladang12-12 menjadi tanggal cantik bersejarah bagi Kabupaten Nganjuk. Pada Selasa malam tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna melaunching pakaian khas Nganjuk. Launching di Pendapa KRT Sosrokoesoemo ini menandai bahwa Nganjuk punya identitas diri lewat pakaian.Selain itu, pakaian khas ini juga sebagai pelecut semangat untuk membuat Nganjukmenjadi daerah yang jaya, seperti namanya yaitu Anjuk Ladang atau Tanah Kemenangan.
“Pakaian khas Nganjuk ini sebagai identitas Nganjuk,” tandas Mas Bupati Handoko. Di daerah lain, tidak akan dijumpai pakaian khas dengan nama Kaprawiran. Ada dua pakaian khas. Yaitu, Kanigaran untuk pemuka pemerintahan dan Padintenan untuk semua kalangan masyarakat yang dipakai sehari-hari.
Mas Bupati Handoko mengatakan, pakaian khas Nganjuk itu memiliki makna dan filosofi. Karena itu, setiap corak dan warna dibuat dengan berbagai kajian sejarah Nganjuk. Sehingga, tujuan pakaian khas sebagai identitas Nganjuk bisa terwujud.Sebelum menjadi pakaian khas, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk juga melakukan kajian dan seminar. Intinya pakaian khas menitikberatkan adanya pembeda untuk nilai histori visual setiap item bagian pakaian, antara lain udeng Sosrokoesumo, keris dan sandal terompah pria, stagen, dan sabuk timang yang merupakan aksesoris utama bagi pria.
Sementara yang perempuan ada selendang, keris, sandal terompah wanita dan stagen untuk aksesoris utamanya. Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih melalui Kabid Kebudayaan min Fuadi juga menambahkan, selain aksesoris utama, pihaknya juga memberikan aksesoris tambahan untuk pria berupa jam gantung, bros, pedang, dan tombak komando. Sementara untuk perempuan ada bros, ceplik, kalung, gelang dan cunduk mentul.Amin menjelaskan Kabupaten Nganjuk salah satu daerah yang memiliki sejarah yang sangat panjang. Kehidupan prasejarah sudah terbukti ada dengan peninggalan beberapa artefak budaya manusia purba.
Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Kampung Asli Bajulan Hanya Dihuni 12 KK
“Demikian juga dengan budaya selanjutnya mulai mengenal tulis menulis, dan masuknya agama hindu, budha, islam, kristen dan sebagainya. Hal itu memberi warna tersendiri khasanan terhadap budaya di Nganjuk,” terangnya. Kemudian, pakaian khas ini juga mengacu pada Prasasti Anjuk Ladang. Inilah yang melatarbelakangi munculnya nama Nganjuk. “Dalam prasasti tersebut dijelaskan bahwa pemberian Shimaswatantra dikarenakan atas jasa masyarakat Nganjuk dalam membantu Mpu Shindok mengusir musuhnya,” jelas alumnus ITB ini.
Dari latar belakang sejarah inilah, Pemkab Nganjuk ingin memiliki baju khas yang dapat menjadi pembeda seperti kota atau kabupaten lain di Jawa Timur. Untuk itulah, dibentuk sebuah tim untuk mengkaji lebih detail bagaimana seharusnya bentuk, motif, corak serta aksesorisnya. Kunci dari pakaian khas ini nantinya menjadi simbol budaya masyarakat Nganjuk. Kemudian, menjadi karakter Kabupaten Nganjuk sesuai latar sejarahnya, memperkaya budaya nasional, sebagai daya tarik wisatawan dan aset kepariwisataan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah