Selain terkenal dengan desa wisatanya, Desa Bajulan di Kabupaten Nganjuk juga memiliki Kampung Adat. Lokasinya berada di Dusun Curik. Di sana terdapat Pura untuk pemeluk Hindu di Kota Angin.
Dusun Curik merupakan salah satu dusun di Desa Bajulan yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Hindu. Dusun ini terletak di lereng Gunung Wilis. Jaraknya dari pusat Kota Nganjuk sekitar 25 kilometer.
Dusun Curik ditetapkan sebagai Kampung Adat oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Ari Setiadi pada 2022 lalu. Hal ini dikarenakan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis dipercaya sebagai Pura Penyawangan dari Candi Sapto Argo yang ditemukan di puncak Gunung sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, Dewi Sri, dan leluhur.
Nama Kampung Adat ini sendiri membuat daya tarik tersendiri bagi Desa Bajulan. Tak hanya indah, dusun ini juga terkenal dengan keberagamannya. Nuansa di dusun itu sangat berbeda dengan desa lain. Sangat kental dengan suasana di Bali. “Begitu yang dibilang orang-orang dan Wamendes pas kesini beberapa tahun lalu,” ujar Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Bajulan Damri.
Damri sama sekali tidak menolak penyematan nama Dusun Curik sebagai Kampung Adat. Ia bahkan menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan untuk warga dusun untuk terus menyelaraskan masyarakat dengan adat agar bisa maju lagi. “Jadi gak masalah. Malah menjadi tantangan buat warga dusun untuk terus menyelaraskan masyarakat dengan adat agar bisa maju lagi,” ungkap Damri.
Keberadaan Kampung Adat ini tidak memiliki hubungan dengan perjalanan spiritual Dewi Kilisuci selama di Bajulan. Atau cerita rakyat tentang Desa Anti-Maling yang dipercaya oleh warga Bajulan.“Di Curik, itu sangat kental dengan keberagaman dan toleransinya,” ujar Jaiman, 62, warga sekitar.
Menurut Jaiman, Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis sendiri juga dianggap sebagai salah satu magnet wisatawan dari dalam Nganjuk, maupun luar Nganjuk. Bersamaan dengan Air Merambat Roro Kuning, dan Bumi Perkemahan Plangkat.“Ramai terus seperti ini, yang terpenting tetap menjaga kebersihan dan keamanan di Desa Bajulan,” pungkas Mbah Man.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah