Pertama kali yang dituju adalah tempat karaoke di eks-Lokalisasi Guyangan. Saat petugas datang, Mbak Pur tak sempat melarikan diri. Saat itu, dia sedang menemani tamu. Berkaraoke dan minum minuman keras. Mengetahui petugas datang, Mbak Pur dan tamu kaget. Cewek yang mengaku asal Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk itu terlihat ketakutan. Tangannya bergetar. Matanya berkaca-kaca saat petugas meminta dia mengeluarkan isi tasnya. Sang tamu pun juga diminta mengeluarkan isi di dompet. “Saya tidak bawa apa-apa Pak,” ujar Mbak Pur dengan suara ketakutan.
Dengan gemetar Mbak Pur juga mengaku tidak pernah mengenal dan memakai narkoba. “Saya tidak memakai narkoba Pak,” ungkapnya.
Meski demikian, petugas tidak mau percaya begitu saja. Mbak Pur diminta untuk mengisi form untuk melaksanakan tes urine. Kemudian, Mbak Pur ke kamar mandi untuk tes urine. Hal yang sama juga diperlakukan kepada tamunya yang mengaku asal Berbek, Kabupaten Nganjuk.
Saat dites ternyata urine Mbak Pur dan pria tersebut negatif narkoba. Sehingga, mereka tidak dibawa ke Mapolres Nganjuk. Hanya didata dan diminta untuk tidak menggunakan narkoba.
Setelah razia di Guyangan, tim gabungan melanjutkan perjalanan ke Desa Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro. Dua tempat karaoke digerebek. Di lokasi pertama yang berada di Desa Kedungsuko, petugas berhasil menemukan enam Mbak Pur. Mereka sedang menemani tamu berkaraoke dan minum minuman keras di tiga room.
Sama dengan di tempat karaoke eks-Lokalisasi Guyangan, enam Mbak Pur dan belasan tamu digeledah. Kemudian, dites urine. Namun, lagi-lagi, hasil tes urine menunjukkan jika mereka tidak positif menggunakan narkoba.
Kemudian, puluhan petugas gabungan melanjutkan razia di tempat karaoke di Kedungsuko yang berjarak sekitar 500 meter. Di tempat itu, petugas tidak menemukan Mbak Pur. Hanya ada empat pria berkaraoke. Mereka akhirnya dites urine. Hasilnya, pun sama. Negatif narkoba.
Setelah itu, tim gabungan bergeser ke Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Tempat karaoke baru beroperasi beberapa bulan itu ramai pengunjung saat digerebek petugas. Hasilnya, ada sembilan Mbak Pur yang sedang menunggu dan menemani tamu. Kemudian, mereka didata, digeledah, dan dites urine. “Semuanya negatif narkoba,” ungkap Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Abdul Rokib.
Berhubung hasil tes urine Mbak Pur dan tamu semuanya negatif dan tidak ada barang bukti narkoba, tim gabungan tidak membawa Mbak Pur dan tamu ke mapolres. Sebab, razia tersebut merupakan rangkaian Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Jayastamba Jilid 2. Ada tiga sasaran prioritas. Yaitu, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras); penggunaan knalpot brong; dan kendaraan tidak spektek. Editor : Anwar Bahar Basalamah