NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pemasangan eskalator di Pasar Kertosono terancam molor. Penyebabnya, hingga kemarin, dua unit eskalator yang diimpor dari Tiongkok tak kunjung datang. Padahal, rekanan memasang target pemasangan eskalator hari ini. Sehingga, pada 26 Desember nanti proyek lantai 2 Pasar Kertosono dengan nilai Rp 13,3 miliar bisa selesai. "Sampai sekarang (kemarin, Red) kami masih menunggu kedatangan eskalator," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.
Informasi yang didapat rekanan, dua unit eskalator tersebut sudah tiba di Indonesia.
Saat ini masih di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Padahal sebelumnya barang tersebut telah memenuhi pengecekan dari pihak Bea Cukai. “Dari pelaksana informasi surat penyerahan barang atau delivery order (DO) kontainer sudah keluar tanggal 18 Desember. Tinggal menunggu antrean truclk dan surat pajak dari Bea Cukai untuk bisa diberangkatkan ke Kertosono,” terangnya.
Oleh karena itu, kemungkinan besar kedatangan ekskalatornya akan mundur. Begitupun dengan pemasangannya. Gunawan mengatakan, penggunaan eskalator di Pasar Kertosono untuk menarik pengunjung. Karena Pasar Kertosono tidak lagi menjadi pasar tradisional yang kumuh. Namun, menjadi pasar tradisional yang mirip mal. Bangunan dan fasilitasnya menyerupai pusat perbelanjaan modern. Hanya yang berjualan adalah pedagang pasar tradisional. “Kami pakai cara yang mencerdaskan. Perlindungan pasar tradisional tidak harus memberi uang, tapi bisa dengan fasilitas,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Proyek Pasar Kertosono Agung mengaku pihaknya juga menunggu kedatangan dua ekskalator. Karena barang yang didatangkan dari Tiongkok tersebut sudah dilakukan pembayaran secara lunas ke perusahaan yang menyediakan barangnya. Harganya Rp 1,3 miliar. “Kami juga waswas karena barangnya sudah dibayar lunas,” ujarnya.
Rekanan juga melakukan pengaspalan untuk jalan sekitar pasar. Kemudian, pengerjaan GWT (ground water tank, red), rumah genset, taman, parkir dan pemasangan cover tampilan bangunan depan.
Perlu diketahui, pengerjaan lantai 2 Pasar Kertosono ini diberikan waktu 100 hari kerja oleh Dinas PUPR. Pembangunan harus selesai pada 26 Desember. (ica/tyo)– Pemasangan eskalator di Pasar Kertosono terancam molor. Penyebabnya, hingga kemarin, dua unit eskalator yang diimpor dari Tiongkok tak kunjung datang. Padahal, rekanan memasang target pemasangan eskalator hari ini. Sehingga, pada 26 Desember nanti proyek lantai 2 Pasar Kertosono dengan nilai Rp 13,3 miliar bisa selesai. "Sampai sekarang (kemarin, Red) kami masih menunggu kedatangan eskalator," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.
Informasi yang didapat rekanan, dua unit eskalator tersebut sudah tiba di Indonesia.
Saat ini masih di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Padahal sebelumnya barang tersebut telah memenuhi pengecekan dari pihak Bea Cukai. “Dari pelaksana informasi surat penyerahan barang atau delivery order (DO) kontainer sudah keluar tanggal 18 Desember. Tinggal menunggu antrean truclk dan surat pajak dari Bea Cukai untuk bisa diberangkatkan ke Kertosono,” terangnya.
Oleh karena itu, kemungkinan besar kedatangan ekskalatornya akan mundur. Begitupun dengan pemasangannya. Gunawan mengatakan, penggunaan eskalator di Pasar Kertosono untuk menarik pengunjung. Karena Pasar Kertosono tidak lagi menjadi pasar tradisional yang kumuh. Namun, menjadi pasar tradisional yang mirip mal. Bangunan dan fasilitasnya menyerupai pusat perbelanjaan modern. Hanya yang berjualan adalah pedagang pasar tradisional. “Kami pakai cara yang mencerdaskan. Perlindungan pasar tradisional tidak harus memberi uang, tapi bisa dengan fasilitas,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Proyek Pasar Kertosono Agung mengaku pihaknya juga menunggu kedatangan dua ekskalator. Karena barang yang didatangkan dari Tiongkok tersebut sudah dilakukan pembayaran secara lunas ke perusahaan yang menyediakan barangnya. Harganya Rp 1,3 miliar. “Kami juga waswas karena barangnya sudah dibayar lunas,” ujarnya.
Rekanan juga melakukan pengaspalan untuk jalan sekitar pasar. Kemudian, pengerjaan GWT (ground water tank, red), rumah genset, taman, parkir dan pemasangan cover tampilan bangunan depan.
Perlu diketahui, pengerjaan lantai 2 Pasar Kertosono ini diberikan waktu 100 hari kerja oleh Dinas PUPR. Pembangunan harus selesai pada 26 Desember.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah