Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pakaian Khas Kabupaten Nganjuk Jadi Usulan Seragam ASN di Tahun 2024

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 18 Desember 2023 | 20:33 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jadi Usulan Seragam Khas ASN di Tahun 2024 Pemkab Nganjuk tidak ingin pakaian khas yang dilaunching pada 12-12-2023 hanya sebagai formalitas. Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna meminta pakaian khas tersebut harus menjadi ciri khas untuk menunjukkan identitas dan karakter masyarakat Nganjuk. Sehingga, pakaian khas tidak boleh hanya dipajang atau disimpan di lemari. “Harus dipakai,” tandasnya.


Menindaklanjuti hal itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Sri Handariningsih melalui Kabid Kebudayaan Amin Fuadi mengatakan, disporabudpar akan melakukan kajian dan rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain dan Mas Bupati Handoko. Harapannya, pakaian khas tersebut bisa dipakai aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nganjuk minimal seminggu sekali. “Pakaian khas Kanigaran ini bisa dipakai seragam ASN seminggu sekali,” tandasnya.


Selain bisa untuk seragam ASN, pakaian khas Kanigaran juga cocok untuk kegiatan-kegiatan di hari besar. Misalnya, Hari Jadi Kabupaten Nganjuk. Karena Kanigaran merupakan pakaian khas untuk pemuka atau pegawai pemerintahan.Sedangkan, untuk padintenan bisa dipakai untuk seragam khas masyarakat. Bisa untuk pelajar. Karena padintenan adalah pakaian khas masyarakat Nganjuk sehari-hari. “Untuk kepastiannya nanti harus ada rapat dan kajian dulu,” ujar Amin.

Lebih jauh, Amin menjelaskan jika pakaian khas Nganjuk untuk kanigaran dan padintenan ini memiliki nama Kaprawiran. Kaprawiran dipilih oleh tim dengan pertimbangan ketokohan. Kepemimpinan Mpu Shindok mampu menggerakkan dan mengkoordinir masyarakat Nganjuk dengan baik. Kaprawiran berasal dari kata Prawira, atau perwira. Artinya adalah sifat dan tingkah laku baik yang harus dimiliki oleh para pemimpin, yaitu tatag, tanggon, kendel, ora ngucireng yuda. “Artinya berani, siap sedia dan tidak takut berperang,” tandasnya.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Nganjuk Mengalami Lonjakan Dalam Dua Minggu Terakhir

Selain itu kata perwira diibaratkan harus berani dan tidak takut kesulitan. Selalu bisa menyelesaikan masalah, disiplin dan memegang teguh kebenaran. “Perwira itu memiliki rasa tanggung jawab yang besar, selalu menjaga martabat dan harga dirinya serta jauh dari tindakan yang nista,” terang Amin.Itulah sebabnya pemberian nama Kaprawiran bagi baju khas Nganjuk dinilai sangat tepat. Dia berharap nantinya siapapun yang memakai bajunya akan menjadi seperti apa yang terkandung dalam maknanya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#nganjuk berita terbaru #pakaian khas nganjuk #baju khas #nganjuk