NGANJUK, Radar Nganjuk– Simpang Empat di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk kerap memakan korban. Dalam setahun, ada ratusan kecelakaan di sana. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk memasang speed bump, kemarin siang. Hal itu dilakukan untuk untuk mengurangi angka kecelakaan.
Banyaknya korban kecelakaan itu disampaikan Ketua RW 01 Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk Anto. Pria 56, tahun itu mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan terkait kecelakaan yang terjadi di simpang empat tersebut. “Yang kami hitung dan dibantu Polsek Nganjuk, ada 100-an kecelakaan selama tahun ini,” ujarnya.
Bahkan dalam satu minggu ini, sudah terjadi 3 kali kecelakaan. Korban yang mengalami kecelakaan di perempatan itu hanya mengalami luka. Tidak semua kejadian laka dilaporkan ke Satlantas Polres Nganjuk.
Menurut lelaki berkacamata itu, kecelakaan yang terjadi di sana hanya kecelakaan kecil. Banyak pengendara yang ngebut saat di perempatan. Sehingga kerap bersenggolan. Ada juga yang langsung tabrakan karena sama-sama tidak mau mengalah. “Bulan lalu warga Rejoso, menabrak pembatas tong di perempatan. Padahal tong itu diletakkan di tengah supaya pengendara yang melintas lebih berhati-hati,” ungkap Anto merasa heran.
Baca Juga: Pasar Kertosono Akan Disulap Pemkab Nganjuk Menjadi Mal
Dia bersyukur laporan yang diajukan bersama warganya, ke pihak Kelurahan Kauman, ditindaklanjuti oleh Dishub Kabupaten Nganjuk. Anto mengatakan, pihaknya memang meminta awalnya diberi traffic light saja. Namun hanya diberi speed bump. “Tidak apa-apa. Kami tetap berterimakasih. Setidaknya dengan adanya speed bump ini, bisa mengurangi risiko kecelakaan. Agar warga tidak ngebut saat lewat sini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pemasangan speed bump oleh Dishub Kabupaten Nganjuk, kemarin sore.
Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Nganjuk Tri Wahju Koentjoro melalui Kabid Lalu Lintas Budi Legowo mengatakan bahwa pemasangan di persimpangan jalan Gubernur Suryo itu sudah termasuk dari pembahasan forum lalu lintas Kabupaten Nganjuk.
Awalnya memang warga meminta rambu lalu lintas seperti traffic light. Namun dari berbagai pertimbangan mereka akhirnya memilih untuk memasang speed bump saja. “Kami akan lihat perkembangan kurang lebih 3 bulan dengan speed bump ini,” imbuh Budi.