Desa Bajulan, Kecamatan Loceret punya sejarah yang panjang di Nganjuk. Selain pernah menjadi tempat persinggahan Dewi Kilisuci, desa itu juga dijadikan tempat gerilya Jenderal Soedirman saat melawan penjajah.
“Jenderal Soedirman menjadikan Bajulan sebagai tempat gerilya karena hutannya rimbun,” ucap Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Damri. Alasan yang sama dilakukan Dewi Kilisuci ketika bersembunyi dari kejaran musuh.
Menurut Damri, keberadaan Dewi Kilisuci dan Jenderal Soedirman di Bajulan punya banyak kesamaan. Saat itu, keduanya sama-sama berjuang. Jika Dewi Kilisuci melakukan pertapaan dan menyebar prajuritnya di Bajulan, Jenderal Soedirman memilih gerilya sembari mengumpulkan bala tentara dari Nganjuk. “Kisah Jenderal Soedirman selama sembilan hari di Bajulan diabadikan dengan monumen,” ujar Damri. Agar jejaknya sang pahlawan tidak hilang, di sana juga ada padepokannya. Lokasi padepokan itu berada di kawasan Roro Kuning.
Di kalangan masyarakat Desa Bajulan, cerita Jendral Soedirman sudah sangat populer. Ia merekrut warga Nganjuk untuk ikut berperang bersama-sama melawan penjajah. “Cerita gerilya Jenderal Soedirman pasti sudah tahu semua. Sejak dulu, alam (Bajulan, Red) ya asri seperti ini,” ungkap Jaiman, 62, warga Desa Bajulan.
Baca Juga: Tawon Vespa Gegerkan Warga di Kecamatan Prambon dan Tanjunganom
Ketika gerilya Jenderal Soedriman berada di Desa Bajulan, masyarakat di sana berperan penting menyembunyikan jenderal besar sehingga bisa terus bergerilya ke desa lain. Mbah Man -panggilan akrab Jaiman-, percaya Desa Bajulan menjadi tempat yang baik untuk bersembunyi. Sebab, desa itu sudah terlindungi dari marabahaya dan tindak tanduk kejahatan.
Yang paling penting saat ini adalah, masyarakat setempat bisa meneladani kehadiran dua tokoh berpengaruh tersebut. Semangat perjuangan dari dua tokoh tersebut diharapkan bisa menjadi teladan untuk semua. “Saat ini, kami berjuang untuk menjaga alam dan desa ini tetap asri,” pungkasnya.
Desa Bajulan merupakan salah satu desa yang memiliki keunikan dan potensi wisata yang besar. Selain alamnya yang asri, desa ini juga memiliki sejarah yang panjang. Dengan menjaga alam dan budayanya, Desa Bajulan bisa menjadi desa yang maju dan sejahtera.