NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Keberadaan sarang tawon vespa affinis mengancam warga di Desa Sugihwaras, Prambon dan Desa Wates, Tanjunganom. Untuk mengantisipasi adanya korban, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk melakukan pemusnahan, kemarin (11/12).
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan, dua sarang tawon yang berada di dua lokasi tersebut berhasil ditangani dalam sehari. Pertama, petugas melakukan penindakan sarang tawon di rumah Andik Suryanto, 65, yang berada di Desa Sugihwaras, Prambon. “Sarang tawonnya cukup besar, ukurannya sebesar 15 sentimeter,” ujar Sujito.
Tawon yang mengancam keluarga Andik itu bersarang di atap rumah bagian depan. Lebah mematikan itu berada di ujung atap rumahnya. “Pemilik rumah (Andik, Red) ketakutan karena tawonnya sering masuk ke ruang tamu,” akunya.
Karena lebah yang masuk ke dalam rumahnya semakin banyak, dia lalu melaporkan keberadaan sarang tawon itu ke command centre Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: Jelang Liga 3 Jatim Putaran Kedua: Persenga Nganjuk Bawa Misi Menang di Mojokerto
Sebelum mengeksekusi sarang tawon tersebut, petugas damkarmat memastikan di sekitar rumah tersebut sudah steril dari aktivitas warga. Posisi sarang yang berada di ujung atap rumah cukup menyulitkan petugas. “Setiap melakukan penyelamatan petugas selalu dilengkapi alat yang mumpuni,” lanjut Jito.
Sarang tawon tersebut dieksekusi dengan cara dibakar. Agar apinya tidak merambat ke bagian atap petugas lalu menyemprotnya dengan air. Usai membersihkan sarang di rumah Andik, petugas lalu bergeser ke rumah Yoga di Desa Wates, Tanjunganom.
Di rumah pemuda 19 tahun itu, posisi sarang tawonnya hampir sama dengan di rumah Andik. Petugas harus memanjat ke atap agar saat pembakaran api tidak melahap atap rumah. “Kami mengambil tindakan yang sama saat mengeksekusi sarang tawon di Tanjunganom,” ungkap Jito.
Dia memastikan, tidak ada korban di dua lokasi pemusnahan sarang tawon tersebut. Jito mengingatkan warga agar lebih berhati-hati. Ia juga meminta agar warga melaporkan setiap kali ada sarang tawon. “Jangan mengambil tindakan sendiri karena risikonya sangat besar,”pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah