Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pj Bupati Nganjuk Turun Tangan agar OPD Segera Menyerap Anggaran

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 12 Desember 2023 | 20:12 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk yang rendah membuat Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna turun tangan. Mas Bupati Handoko-panggilan akrab Pj Bupati Handoko mengirim surat edaran (SE) ke kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nganjuk. Tujuannya agar OPD segera merealisasikan program yang telah direncanakan di APBD 2023. Sehingga, program untuk masyarakat Nganjuk yang telah disiapkan dana di APBD bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Surat edaran ke organiasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penyerapan anggaran telah saya kirim,” ujarnya kemarin.

Mas Bupati Handoko meminta semua OPD yang sudah menganggarkan kegiatan atau program untuk merealisasikan. Targetnya untuk penyerapan APBD 2023 adalah 90 persen. Karena dana sebesar Rp 2,9 triliun di APBD 2023 harus hanya tersisa sekitar 10 persen atau Rp 290 miliar.

“Data penyerapan ada di BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah, Red),” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengaku sudah menerima surat edaran Pj Bupati Nganjuk untuk penyerapan anggaran. “Pak Pj Bupati sudah berkirim surat edaran ke kami. Isinya terkait arahan dan langkah-langkah percepatan untuk penyerapan anggaran APBD 2023 di akhir tahun,” ujarnya.

Meski Dinas PUPR sampai kemarin menjadi OPD yang paling banyak belum menyerap anggaran tetapi Gunawan optimistis penyerapan anggaran akan cepat di akhir tahun. Karena saat ini, proyek fisik yang sedang berjalan sudah masuk tahap finishing. Sehingga, rekanan bisa segera mengajukan pencairan anggaran untuk pelunasan pengerjaan.

Baca Juga: Tragis! Pemuda Asal Bagor Nganjuk Tewas Menabrak Dump Truk

Salah satu proyek yang akan menyerap anggaran paling banyak adalah pembangunan lantai 2 Pasar Kertosono. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 13,3 miliar. Namun, karena pembangunan belum selesai maka Dinas PUPR tidak bisa mencairkan anggaran 100 persen. “Saat ini pembangunan lantai 2 Pasar Kertosono masih sekitar 82 persen,” tandas Gunawan.

Dengan sisa waktu sekitar dua minggu, Gunawan meminta rekanan mempercepat pengerjaan. Tambahan tenaga kerja dan jam kerja harus dilakukan. Ini dilakukan agar pada 26 Desember nanti, pembangunan lantai 2 Pasar Kertosono segera selesai. Jika selesai maka anggaran yang sudah disiapkan di APBD Kabupaten Nganjuk sebesar Rp 13,3 miliar bisa terserap semuanya.

Gunawan mengatakan, penyerapan anggaran tidak bisa langsung dilakukan di awal kegiatan. Rekanan yang memenangkan tender wajib mengerjakan terlebih dulu proyek. Kemudian, dinas PUPR akan membayar rekanan sesuai dengan pengerjaan yang telah diselesaikan. Bisa dilakukan beberapa termin. Ini yang membuat penyerapan anggaran belum bisa maksimal.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#turun tangan #opd #pj bupati