Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gara-Gara Ini, Rumah Warga Putren Nganjuk Ludes Terbakar

Iqbal Syahroni • Senin, 11 Desember 2023 | 19:42 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Si jago merah melalap rumah Junari, 34, warga Desa Putren, Sukomoro. Peristiwa yang membuat gempar warga itu terjadi kemarin pagi saat pemilik rumah berangkat kerja. Kebakaran tersebut diduga karena pemilik rumah lupa mematikan obat nyamuk bakar.  

Titik api berasal dari salah satu kamar di rumah Junari. Kamar tersebut biasanya dipakai oleh keponakannya di sana. Junari mengatakan, dirinya keluar rumah lebih pagi karena harus bekerja di pabrik. “Saya keluar rumah dulu, baru keponakan saya yang keluar rumah terakhir,” ungkapnya.
Ketika Junari dan keponakannya sudah berangkat kerja, sekitar pukul 07.00, Sarinem, 51, bulik Junari mencium bau sangit.

Ia curiga. Lalu  keluar rumah dan mencari asal bau sangit itu. Dia terkejut saat melihat ada api berkobar di rumah keponakannya Junari. 

Saat itu, api mulai membakar atap kamar tidur Junari. Secara spontan dia meminta tolong ke tetangganya. “Tolong, kebakaran,” teriak istri Ridwan, 56, tersebut. Ia dan warga lainnya berupaya memadamkan api tersebut. 

Baca Juga: SDN Kedungsoko 2 Sukomoro Nganjuk Terdampak Proyek Tol Kediri-Kertosono, Ini Harapan Pihak Sekolah

Karena khawatir api terus menjalar ke rumah para tetangga, Sarinem memutuskan untuk menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. “Sempat tak sirami sendiri. Yang bisa diselamatkan, ya selamatkan,” ungkap Sarinem.

Petugas datang lebih cepat sehingga api dengan mudah dijinakkan. Beruntung tidak si jago merah tidak menjalar ke rumah warga lainnya. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material saja,” kata Kepala Damkarmat Nganjuk Sujito.

Kejadian itu mengakibatkan dua kasur, tiga lemari, sound system, televisi, dan satu dompet hangus terbakar. “Isi dompetnya adalah KTP, SIM, STNK, dan uang Rp 1 juta,” ungkap Sujito.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 40 juta. Sujito berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan obat nyamuk bakar. “Saya harap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan obat nyamuk bakar,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#si jago merah #berkobar #api #Peristiwa