Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SDN Kedungsoko 2 Sukomoro Nganjuk Terdampak Proyek Tol Kediri-Kertosono, Ini Harapan Pihak Sekolah

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 11 Desember 2023 | 19:38 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pencairan uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan tol Kediri Kertosono (Keker) masih akan berlanjut. Selain tanah dan bangunan milik warga, ada fasilitas umum (fasum) yang kena kepras. Misalnya di Desa Kedungsoko, Sukomoro, di sana ada SDN 2 Kedungsoko yang terdampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut. 

Hingga kemarin, pembebasan lahan di sekolah dasar itu belum mendapat kejelasan dimana SDN 2 Kedungsoko itu akan direlokasi. Hal itu dibenarkan Ketua Penga­daan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengem­bangan BPN Kabupaten Nganjuk Rijatnoko. “Belum tahu dimana lokasi tanah penggantinya (SDN 2 Kedungsoko, Red),” ujar Rijat. 
 
Dia menambahkan, untuk lokasi baru SDN 2 Kedungsoko akan dibahas bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Keker. Serta dilakukan musyawarah bersama masyarakat. Khusus untuk  fasum yang terkena dampak PSN tersebut. Rijat berharap, masyarakat yang terdampak tidak perlu khawatir kehilangan fungsi fasilitas. Semuanya akan dikembalikan seperti sedia kala. Hanya tempatnya saja yang pindah. 

“Gantinya bukan dalam bentuk uang seperti tanah milik warga. Difungsikan kembali seperti semula, karena itu penggantinya adalah tanah dan bangunan yang baru,” terang Rijat. Karena itu, sekolah yang terdampak tol tetap akan difungsikan sesuai dengan fungsi awalnya. 

Baca Juga: Panen Hadiah Simpedes Semester I 2023, Nasabah BRI Sugihwaras dan Ngetos Raih Hadiah Mobil

Rijat menambahkan, dari 222 bidang tanah di Desa Kedungsoko, Sukomoro yang kena proyek tol Keker, salah satu diantaranya adalah SDN 2 Kedungsoko. Sebab itu, penyelesaian pembebasan lahannya dilakukan secara bertahap dan bergantian.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Kedungsoko Lilik Hariyati mengatakan, pihak sekolah belum mendapat informasi terkait lokasi pengganti sekolah. “Kami ikut saja alurnya,” tandas Lilik yang berharap lokasinya tidak jauh dari sekolahnya sekarang.

Untuk diketahui, patok proyek tol itu sudah dipasang sejak 2022 lalu. Meski sudah berjalan satu tahun, pihaknya belum menerima informasi apapun terkait relokasi sekolahan yang baru. Dia berharap, sekolah yang baru nanti masih di area lingkup sekolah yang saat ini. Luasnya tinggal 3000 meter persegi. 

Alasan Lilik meminta relokasi dekat dengan sekolah yang sekarang karena tempatnya strategis. Jika semakin jauh dari area sekolahan saat ini, maka ada potensi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SDN Kedungsoko II ini makin berkurang karena jarak jauh. “Ini saja total muridnya hanya 84 siswa,” imbuhnya berharap jumlah siswanya tidak tergerus. 

Diberitakan sebelumnya, tol Keker memiliki panjang 20,75 kilometer. Proyek strategis nasional ini melintas di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kediri dan Nganjuk. Dari dua wilayah itu, akses tol melintas di lima kecamatan dan 22 desa. Untuk Kabupaten Nganjuk ada tiga kecamatan yang dilewati. Yaitu Kecamatan Prambon, Tanjunganom, dan Sukomoro.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencairan #tol kediri kertosono #ganti rugi #proyek tol