Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Ada Pemandian Dewi Kilisuci di Roro Kuning

Iqbal Syahroni • Senin, 4 Desember 2023 | 21:56 WIB

Photo
Photo

Air merambat Roro Kuning yang menjadi destinasi wisata di Kabupaten Nganjuk punya sejarah panjang. Tempat tersebut dipercaya memiliki hubungan erat dengan perjalanan Dewi Kilisuci saat bertapa dan melarikan diri ke puncak Gunung Wilis.

“Dewi Kilisuci datang ke air terjun Roro Kuning saat bertapa karena menolak dipersunting,” terang Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Bajulan Damri. Saat itu, Dewi Kilisuci datang bersama dengan Dewi Sekartaji. Keduanya disebut sedang mencari obat.


Karena Dewi Kilisuci masih dalam pelarian sembari bertapa, keduanya memilih untuk berpisah. Masyarakat percaya, Dewi Kilisuci memilih melanjutkan perjalanan sampai ke puncak Gunung Wilis.

Adapun Dewi Sekartaji memilih menetap di sekitar air terjun air merambat Roro Kuning bersama Panji Asmorobangun. “Ceritanya sudah berubah sedikit. Meski begitu tidak mengubah esensi tentang Roro Kuning,” ungkap Damri.

Baca Juga: Presiden Keenam RI SBY Kunjungi Kota Angin, Ini Targetnya di Pileg Kabupaten Nganjuk

Cerita yang tidak pernah berubah adalah penemuan air merambat. Kisah perjalanan Dewi Kilisuci yang disampaikan turun-temurun oleh keluarga Damri menyebutkan, di dekat Roro Kuning itu sudah ada pemandian. Tempat pemandian di dekat air merambat itu dibangun di masa kerajaan yang pernah dimanfaatkan Dewi Kilisuci.

Yang membuat itu orang tua dari Dewi Kilisuci dan Dewi Sekartaji yang merupakan seorang raja. Letak pemandian itu berada di dekat grojogan. Hal ini dibuktikan ketika prajurit kerajaan yang sudah menetap di sekitar pemandian. Mereka sebagian besar adalah prajurit kerajaan yang menyaru menjadi intelijen untuk menjaga wilayah kerajaan dan melindungi Dewi Kilisuci serta keluarga kerajaan yang berada di sana.

Saat melarikan diri dari kejaran musuh, Dewi Kilisuci tak berhenti di air merambat Roro Kuning. Ia melanjutkan pelarian sampai ke puncak Gunung Wilis.”Dewi Kilisuci terus naik ke Gunung Wilis untuk meneruskan pertapaannya,” imbuh Damri.

Cerita tentang pelarian Dewi Kilisuci yang ditemani Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun itu masih tertulis di sekitar destinasi wisata. Hal itu untuk mengedukasi wisatawan tentang asal usul Roro Kuning. Hingga sekarang, wisata itu masih eksis dan terbuka untuk umum. “Kalau ada cerita berbeda, tidak masalah. Yang penting poin dari pelarian Dewi Kilisuci sampai ke sini tidak berubah,” ujar Muhammad Fadhli, 21, wisatawan lokal. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#air terjun #Jelajah Desa #dewi kilisuci #desa unik