NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Musim kemarau kering di Kota Angin sudah berakhir. Kemarin, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur Nganjuk. Terjadinya perubahan cuaca tersebut patut diwaspadai.
Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, peralihan dari kemarau ke musim hujan bisa berdampak potensi cuaca ekstrem. Yakni, terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan angin kencang. Yang patut diwaspadai adalah terjadinya banjir, pohon tumbang karena angin kencang, hingga tanah longsor.
“Bisa juga terjadi hujan es. Masyarakat harus tetap waspada,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sawahan Sumber Harto yang memastikan saat ini Kota Angin sedang masuk masa pancaroba. Karena itu dia mengingatkan masyarakat dan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk untuk pemerintah kabupaten.
Nganjuk punya banyak sekali catatan terjadinya bencana alam. Selain banjir juga ada tanah longsor yang telah menelan korban jiwa. Dan yang terbaru adalah terjadinya pohon tumbang yang menimpa kendaraan di jalan raya di Desa Banaran, Kecamatan Kertosono pada Kamis (23/11).
Belum lagi rumah yang ambruk karena diterjang angin kencang dan kena tanah longsor. Serta ancaman petir yang bisa mengakibatkan kematian bagi yang tersambar. Sebab itu, ancaman bencana di masa pancaroba ini perlu terus disampaikan kepada masyarakat khususnya di wilayah yang rawan bencana. Yakni mereka yang tinggal di daerah tinggi dan warga yang berada di tepian sungai.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk telah mempersiapkan pasukan dan peralatan yang memadai ketika terjadi bencana hidrometeorologi. “Seluruh elemen penanggulangan bencana sudah siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, hujan yang mengguyur Kota Angin masih belum merata. Wilayah yang sudah diguyur hujan berada di wilayah timur Nganjuk seperti Tanjunganom, Prambon, Kertosono, dan Ngronggot.
Adapun di Kecamatan Nganjuk, Bagor, dan Loceret masih belum terjadi hujan. Meski di tiga kecamatan itu cuacanya sangat panas, beberapa kali langit terlihat berawan. Dari penghitungan BMKG Juanda, di beberapa wilayah yang belum hujan berpotensi terjadi hujan ringan atau gerimis pada sore hari.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah