Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Ada Doa Dewi Kilisuci di Tanah Bajulan

Iqbal Syahroni • Jumat, 24 November 2023 | 20:29 WIB

Photo
Photo

Kehadiran Dewi Kilisuci di Desa Bajulan, Loceret bukan tanpa sebab. Dia mengasingkan diri di kaki Gunung Wilis karena menghindari peperangan. Saat dalam persembunyiannya, dia melewati Bajulan. Dia selalu berdoa agar dijauhkan dari marabahaya, hingga kemudian mencapai puncak Wilis.  

“Dewi Kilisuci bertapa di beberapa titik di Desa Bajulan dan ditemani prajuritnya, ” ungkap Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Bajulan, Damri. Pada saat melakukan pertapaan itulah, Dewi Kilisuci berdoa agar tidak ditemukan oleh pasukan dari kerajaan lain. 

Doa yang dirapalkan oleh Dewi Kilisuci itu berdampak pada kesucian tempat yang dia lewati. Karena doa itulah, Desa Bajulan bisa men­jadi tentram dan damai. Selama mengasingkan diri di Bajulan, tidak pernah terjadi pertikaian. Hal itu tidak lepas dari doa Dewi Kilisuci yang saat itu sedang melakukan perjalanan ke puncak Gunung Wilis. 

Damri menyebutkan, Dewi Kilisuci berhasil sampai ke puncak Gunung Wilis tanpa diketahui musuh karena doanya. Selama perjalanan melarikan diri, Dewi Kilisuci terus berdoa. Selain berjalan, dia kerap melakukan pertapaan. “Setiap jengkal tanah di Desa Bajulan ini ada doa Dewi Kilisuci yang menjaganya dari kejaran musuh,” ungkapnya. 

Baca Juga: Pengiriman Terlambat, Tiga Jam Antre Solar di SPBU Sukomoro Nganjuk

Karena itulah, orang-orang mengenal keajaiban Desa Bajulan dengan desa anti pencuri. Sebab mereka yang punya pikiran jahat pasti bisa segera terkuak. Kisah perjalanan Dewi Kilisuci itulah yang kini ceritanya terus berkembang. 

Bahkan sebagian besar masyarakat Desa Bajulan meyakini jika ada pencuri melewati Desa Bajulan maka tidak lama pencuri itu pasti akan tertangkap. Warga desa juga tidak ingin kemalangan terjadi di tempat mereka. Itu sama seperti yang didoakan Dewi Kilisuci di setiap perjalanannya ke puncak Gunung Wilis.

“Cerita-cerita itu kemudian dimodifikasi dari arti nama Baju Hilang ke Bajulang menjadi Bajulan,” ungkap Damri. Pada saat Dewi Kilisuci ke Bajulan, tempat itu masih dipenuhi hutan. Masih sedikit pemukiman warga di sekitar. Menurut cerita yang didapat Damri, pemukiman justru sudah ada di sekitar Roro Kuning. Lokasi tepatnya berada di  Magersari.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#loceret #Jelajah Desa #doa #dewi kilisuci