NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Rumah milik Suparman, 51, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen hangus terbakar. Peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 21.10 pada Sabtu (19/11).
Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, saat si jago merah mengamuk, Suparman sedang berada di warung kopi. Di rumah tetangga di desanya. Saat itu, dia sempat mendengar suara letupan dari arah rumahnya. “Korban (Suparman, Red) mengira letupan itu adalah ban motor yang meletus,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sujito.
Suparman melanjutkan minum kopi di warung. Dia tidak menghiraukan suara letupan itu. Tidak lama kemudian, sayup-sayup dia mendengar ada teriakan orang minta tolong. “Kebakaran, kebakaran…” teriak warga dari arah rumah Suparman.
Suparman dan teman-temannya yang sedang asyik ngopi lalu keluar dari warung. Mereka mendekati sumber suara yang minta tolong tersebut. Suparman sangat terkejut saat melihat asap hitam mengepul di atap rumahnya. Dia lalu pulang ke rumah dan mendapatkan keluarganya sudah berada di luar rumah. “Pemilik rumah (Suparman, Red) memastikan, tidak ada lagi orang di dalam rumahnya,” tambah Jito.
Warga desa yang mengetahui kejadian itu saling bergotong royong untuk menjinakan amukan si jago merah. Karena apinya terlalu besar, mereka kesulitan untuk memadamkannya. Mereka lalu menghubungi petugas pemadam kebakaran. “Kami kirim satu armada ke lokasi kejadian,” lanjut Jito.
Karena jarak yang jauh dan laporannya tertambat, api sudah menghanguskan sebagian rumah Suparman. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga di sekitar ikut membantu penyiram air di sekitar rumah Suparman. Hal itu dilakukan agar api tidak menjalar ke kebun dan rumah tetangganya.
Api bisa dipadamkan selama satu jam. Jito mengatakan, letupan yang dikira ban meletus berasal dari korsleting listrik di ruang tamu. Peristiwa itu menyebabkan seluruh isi rumah hangus terbakar. Perabotan seperti kursi dan lemari habis dilalap api.
Jito memastikan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Kerugian material yang dialami Suparman diperkirakan Rp 165 juta. Dia mengimbau warga lebih berhati-hati dan memastikan tidak kebocoran pada arus listrik di rumah. Sementara ini, Suparman dan keluarganya terpaksa mengungsi di rumah sanak saudaraya yang masih berada di Desa Dawuhan, Jatikalen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah