Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Punya Banyak Prestasi, Inilah Sosok Atlet Para Renang Indonesia Asal Nganjuk

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 20 November 2023 | 20:22 WIB

Photo
Photo

Bakat renang Mutiara Cantik Harsanto sudah tampak sejak usia dini. Ia berkenalan dengan olahraga air itu sejak taman kanak-kanak (TK). Saat duduk di kelas 2 SD, Cantik -sapaan akrabnya- nekat ikut lomba melawan anak-anak non-disabilitas tingkat kabupaten. Meski belum juara, perlombaan itulah yang mengantarkannya menjadi atlet para renang profesional Indonesia dengan segudang prestasi.

“Alhamdulillah bisa renovasi rumah dan beli sawah,” ungkap Mutiara Cantik Harsanto sembari menyebut sawah adalah investasi jangka panjang. Gadis 19 tahun asal Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot itu sudah mengumpulkan puluhan medali emas. Hadiah yang didapat setiap kali meraih emas tidak dipakai untuk kebutuhan hidup keluarganya. Hasil jerih payahnya itu diprioritaskan untuk bisa membahagiakan orang tuanya.

Photo
Photo


Cantik tidak pernah membayangkan dirinya bakal menjadi atlet para renang mewakili Indonesia di kancah Asia. Ketika kalah saat pertama kali ikut di kelas 2 SD, anak kedua dari tiga bersaudara itu sempat ngedrop dan putus asa. Ia tidak percaya diri jika diminta untuk tampil di perlombaan renang berikutnya. Perasaan minder muncul karena terlahir sebagai tunadaksa.

Namun semua pikiran negatif itu hilang setelah ayahnya, Timor Harsanto, seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL), mendukung pilihannya bergabung di klub renang khusus disabilitas. Semangat untuk berenang kembali tumbuh. Jika sebelumnya, ikut olahraga renang hanya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh maka kali ini niatnya adalah untuk ikut perlombaan. Cantik berlatih sungguh-sungguh. Dia digembleng selama dua tahun untuk mempersiapkan diri ikut perlombaan.

Photo
Photo


Untuk melatih mentalnya, Cantik aktif ikut lomba renang yang digelar antar perkumpulan saja. Ketika menginjak usia 11 tahun, dia diajak ikut lomba renang tingkat pelajar nasional khusus disabilitas. “Itu lomba pertama khusus disabilitas di Bandung pada 2015. Alhamdulillah, dapat 3 medali emas,” kenangnya.

Cantik akhirnya bangkit. Dia berhasil mengalahkan dirinya sendiri. Sejak saat itu, ia terus memotivasi dirinya untuk bisa meraih hasil maksimal dengan cara giat latihan. “Keterbatasan itu tidak membatasi tekad untuk berprestasi. Terlebih ada bapak dan ibu yang selalu mendukung dan menyemangati saya, sehingga bisa sampai di titik ini,” ujarnya.

Berkat kerja kerasnya, Cantik semakin percaya diri menghadapi berbagai perlombaan renang. Ia ikut Peparnas setara normal pada 2016 jenjang umum. Ketika itu, Cantik membawa pulang 3 emas. Prestasinya kian melejit. Setahun berikutnya pada 2017, alumni SMA 1 Tanjunganom itu kembali meraih 3 emas lagi di ajang yang sama. “Saya akhirnya dipanggil ikut pelatihan nasional khusus renang untuk persiapan ASEAN Para Games pada 2018. Meski saat itu tidak dapat medali, saya sudah bangga,” ujarnya.

Kekalahan di ASEAN Para Games itu tidak membuatnya terpuruk. Dia berlatih lebih keras lagi hingga akhirnya sukses di ajang Asean Para Games 2022 di Solo. Saat itu, Cantik berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih satu medali emas dan empat perak. Prestasinya semakin gemilang setelah ikut ASEAN Para Games 2023 di Kamboja. “Saya mendapat 2 emas 4 perak,” tutupnya. Bonus dengan nilai ratusan juta rupiah pun mengucur dari Pemprov Jatim untuk atlet yang berhasil meraih medali. Termasuk untuk Cantik.

Photo
Photo


Cukur Gundul Setelah Taklukan Thailand
Kekalahan Mutiara Cantik Harsanto di ASEAN Para Games 2021 telah menjadi cambuk dirinya untuk bangkit. Dia tidak pernah melupakan momen bersejarah itu. Sebab, Cantik dikalahkan atlet asal Thailand. Kekalahan itu sangat membekas karena waktunya hanya selisih tipis.

“Kalahnya hanya nol koma sekian detik saja sama atlet Thailand,” kenang gadis kelahiran 2004 itu. Saat pertama kali menghadapi atlet dari Asia, ada beberapa negara yang menjadi lawan kuat di kejuaraan renang. Selain Thailand, negara lain yang atletnya cukup mumpuni adalah Tiongkok dan Jepang.

Agar bisa mengalahkan rival terberatnya dari Thailand, Cantik tidak hanya berlatih lebih keras. Dia juga memotivasi dirinya dengan bernazar. Jika berhasil membawa medali emas di ASEAN Para Games 2022 Kamboja, dia akan mencukur gundul rambutnya. Begitu cara Cantik menyemangati dirinya agar bisa tampil maksimal.

Photo
Photo


Semangatnya meluap ketika ikut ASEAN Para Games 2022 Kamboja. Tekadnya mengalahkan atlet Thailand pun sukses. Cantik berhasil mencatat waktu tercepatnya 1 menit 33,34 detik unggul jauh dari atlet Thailand. Di kejuaraan itu, anak kedua dari tiga bersaudara itu memboyong medali emas dan perak. “Alhamdulillah saya dapat 2 emas dan 4 perak. Juga berhasil mengalahkan Thailand,” terang Cantik. Kemenangan itu disambut suka cita. Alumni SMAN 1 Tanjunganom itu tidak menunggu waktu lama untuk melaksanakan nazarnya. Setelah menerima medali, gadis 19 tahun itu lalu mencukur rambutnya hingga botak.

Aksi gundul yang dilakukan setelah berhasil menaklukan Thailand itu adalah momen yang tidak pernah dia lupakan. Yang membuatnya semakin bersemangat, ketika kemenangannya dikomentari pelatih renang dari Thailand. “Pelatih tim Thailand itu sempat ngomong, jika timnya kalah karena kecapekan. Kalau kalah ya kalah saja” ucap Cantik bersemangat.

Photo
Photo


Saat meraih juara di ASEAN Para Games 2022, usia Cantik baru menginjak 18 tahun. Sekarang di usianya yang ke-19 tahun, Cantik tengah disibukkan dengan jadwal latihan untuk Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas) 2024.

Selain terus mengejar prestasi di non-akademik, Cantik juga sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebelumnya, Cantik terpaksa menunda keinginannya untuk kuliah karena jadwalnya masih padat. Dia berencana masuk ke perguruan tinggi tahun depan.

Sebagai Atlet Para Renang Indonesia, Cantik ingin menyeimbangkan pendidikan akademik dan non akadekmiknya. “Pengen kuliah juga, dulu nggak sempat ngurusin karena jadwal latihan yang sangat padat,” ungkapnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#prestasi #renang #berenang #atlet