Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Pencuri Pantang Masuk ke Dusun Bajulan

Iqbal Syahroni • Jumat, 17 November 2023 | 23:12 WIB

DESA UNIK: Dusun/Desa Bajulan, Kecamatan Sawahan dikenal sebagai desa paling aman.
DESA UNIK: Dusun/Desa Bajulan, Kecamatan Sawahan dikenal sebagai desa paling aman.

Perkampungan di lereng Gunung Wilis banyak sekali menyimpan cerita unik. Seperti di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Desa yang terkenal dengan jejak gerilya Jenderal Soedirman itu menjadi tempat angker untuk pencuri. Aksi pelaku kejahatan selalu terungkap jika masuk ke desa itu.  

“Mitos desa kami (Bajulan, Red) menjadi angker untuk para pencuri sebenarnya tidak lepas dari sejarah masa lalu di desa ini,” ucap warga Desa Bajulan, Loceret, Jaiman. Lansia 62 tahun itu menceritakan, dulu orang pertama kali tinggal di desa ini menjadi korban pencurian.
Jaiman mengatakan, orang itulah yang membabat alas desanya. Tidak ada yang tahu siapa namanya. Tapi ceritanya sangat melegenda hingga sekarang. “Saya sendiri tahu dari cerita kakek-nenek zaman dulu,” ujarnya. 
Ceritanya, orang yang pertama kali babat alas desa itu kehilangan baju saat sedang beristirahat. Ketika itu, dia tertidur dan meletakkan bajunya ke tongkat. Pada saat bangun, baju yang ada di tongkat itu hilang.
Peristiwa itulah yang menjadi cikal bakal nama Bajulana. “Awalnya bukan Bajulan tetapi Bajulang. Ada huruf g-nya di belakang. Arti Bajulang adalah baju hilang,” terang Jaiman. Masyarakat percaya, orang yang membabat alas Desa Bajulan telah merapalkan doa-doa untuk melindungi masyarakat Bajulan dari pencuri. 
Orang yang babat alas itu ingin masyarakat Bajulan hidup makmur dan terhindar dari aksi kejahatan. Cerita itu turun-temurun itu nyambung dengan peristiwa yang terjadi di Desa Bajulan. Sebab setiap kali ada pelaku pencurian yang masuk ke desa tersebut selalu tertangkap. 
Pelaku kejahatan bisa tertangkap warga atau aparat kepolisian. Kejadian penangkapan pelaku pencurian tidak hanya terjadi sekali. Yang dia ingat kasus pencurian ternak. Saat itu, pelaku pencuri sudah menjual ternak hasil curiannya. Karena sudah merasa aman, si pencuri itu mampir ke Desa Bajulan, Loceret. “Tidak lama kemudian, pencuri itu ditangkap polisi,” kenang kakek empat cucu itu 
Penangkapan yang seperti itu terus berulang. Para pencuri yang ditangkap di desanya bukan karena lari dari kejaran warga atau polisi. Biasanya, pencuri ke Desa Bajulan untuk main atau hanya sekadar mampir saja. Bagi para pencuri, Desa Bajulan menjadi tempat angker untuk dikunjungi.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah