Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Pohon Sono Raksasa Menjelma Menjadi Beringin

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 7 November 2023 | 17:07 WIB
KERAMAT: Juru kunci Tohar di beringin raksasa yang dulunya pohon sono.
KERAMAT: Juru kunci Tohar di beringin raksasa yang dulunya pohon sono.

Desa Sonoageng, Prambon dikaitkan
erat dengan banyaknya pohon sono berukuran raksasa. Dulu, di tengah makam Sonoagengada pohon sono berukuran besar. Karena sudah terlalu tua, pohon sono itu mati lalu menjelma menjadi beringindan terus tumbuh hingga sekarang.

“Pohon sono yang mati itulah yang menjadi asal usul Desa Sono­ageng,” terang juru kunci makam Sono­ageng,Tohar. Pria 66 tahun itu mengatakan, po­hon sono besar yang mati itu telah diotebang. Sebagai peng­gantinya, warga membiar­kan pohon beringin men­jadi penggantinya.

Tohar pun ber­kisah, po­hon sono yang menjadi asal usul Desa Sonoageng itu dulunya adalah tem­pat favorit Raden Said. Dia adalah orang yang mem­babat alas Desa Sonoageng. Setelah selesai babat alas desa, Raden Said selalu ber­istirahat di bawahnya.

“Karena pohon sono itu jadi tempat leyeh-leyeh Mbah Said. Ketika pen­duduk di desa itu mulai banyak ditempati, warga kemudian menamakan desa ini sebagai Sonoageng,” terang pria yang sudah 9 tahun jadi juru kunci ini.

Meski pohon sono sudah tidak ada, masyarakat Desa Sonoageng masih percaya jika di dalam pohon beri­ngin itu bersemayam pohon sono yang dijaga oleh Mbah Said. “Meski pohonnya sudah tidak ada kami percaya bahwa di dalam pohon beringin ini masih ada pohon sono,” papar Tohar.

Dia lalu menjelaskan, hadirnya pohon beringin itu disebut peristiwa yang tidak biasa. Tohar memas­tikan beringin yang tumbuh besar hingga kini itu tidak ada yang menanam. “Ber­inginnya tumbuh sendiri,” ucap Tohar.

Bahkan warga menjadikan lokasi pohon sono itu sebagai tempat pemakaman umum (TPU) khusus untuk warga Desa Sonoageng. Mereka menjadikan makam umum itu satu tempat dengan makam Raden Said.

“Nyawanya Desa Sono­ageng memang ada di sini (makam Sonoageng, Red),” terang Tohar. Di makam umum tersebut ada makam leluhur yang babat alas desa dan menjadi jujugan warga setiap melakukan ritual nyadran. Sebagai peng­hormatan kepada Raden Said, masyarakat desa selalu mengarak hasil bumi dan apem setiap kali melak­sanakan bersih desa.

Hingga saat ini, tradisi nyadran ini masih lestari. Bahkan upacara bersih desa di Desa Sonoageng ini menjadi kegiatan terbesar di Kota Angin.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#fenomena #pohon #desa unik