Tidak semua usaha berjalan lancar. Itu pula yang dialami Moch. Zainal Arifin. Usahanya yang mulai dikenal banyak orang pada 2019 itu anjlok dihantam pandemi pada 2020 lalu. Hal itu memaksanya pulang kampung dari Tulungagung ke Kota Angin. “Ketika pindah ke Nganjuk ya mulai lagi dari awal, keliling lagi untuk mengenalkan produk,” kenangnya.
Pada saat pandemi Covid-19, dia hanya mendapat satu orang pembeli dalam satu bulan. Kondisi itu kontras dengan penjualan sebelum korona. Omzetnya menurun drastis saat Covid-19, sekitar Rp 10 juta saja.
Saat itu, dia sudah memasarkan produk jualannya melalui market place. Saat itu, ada plus dan minusnya. Positifnya, produknya bisa dikenal banyak orang hingga seluruh nusantara.
Tapi minusnya saat mengaktifkan sistem COD (cash on delivery), beberapa pembeli tidak sportif karena saat barangnya sampai justru malah dikembalikan lagi ke tokonya. Sehingga ia harus rugi waktu untuk menyiapkan bahan- bahan packing.
“Padahal kami sudah menyiapkan pengiriman sebaik mungkin agar barangnya sampai di tangan pembeli dengan utuh tapi ternyata dikembalikan lagi. Itu salah satu keluh kesah para pengusaha online saat ini,”terangnya.
Belum lagi jika ada pembeli yang banyak permintaan, mulai dari model piala hingga ingin barangnya cepat-cepat dilayani. Namun untuk menangani pembeli yang seperti itu, Zafin tak ambil pusing.
“Saya melayani sesuai SOP saja, sesuai urutan pemesanan. Tapi kalau ada pembeli yang ingin cepat-cepat begitu ya saya hadapi saja,” imbuh alumnus STKIP PGRI Tulungagung itu.
Setelah virus korona melandai, usahanya berangsur normal. Banyak permintaan yang masuk ke toko online hingga offline. Pengirimannya pun sudah seluruh Indonesia. Mulai dari pulau Sumatera hingga Kalimantan sudah pernah dikirim.
Bahkan dari hasil usahanya, sudah bisa membeli kendaraan dan rumah sendiri. Ia berharap bisa membuka cabang toko piala dan trofi di luar kota Nganjuk. “Harapannya bisa buka cabang misal di Kediri, Madiun atau Jombang. Supaya pelanggan yang dari sana tidak perlu jauh-jauh ke sini lagi,” tuturnya.
Untuk itu hasil penjualannya selama ini juga ia tabung untuk persiapan buka cabang. “Buat investasi jangka panjang saja, misal beli mesin karena harganya ratusan juga,” ucap suami dari Airenda Fitri Arziah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah