Nyadran di Desa Sonoageng tidak hanya menjadi yang terbesar di Kota Angin. Namun, nyadran di sana juga memiliki kekhasan tersendiri. Tidak bisa ditemui di desa lain. Di Sonoageng, selalu adanya pertunjukkan wayang krucil dan kentrung saat nyadran.
Tradisi itu dipertahankan hingga saat ini. “WAYANG krucil dan kentrung wajib ada saat nyadran di Sono ageng,” ujar Tohar, juru kunci makam Desa Sonoageng. Pertunjukkan wayang krucil dan kentrung itu menjadi yang paling disukai Raden Said saat hidup. Orang pertama yang babat alas Sonoageng ini sangat suka me lihat pertunjuk kan wayang kru cil dan kentrung hingga semalam suntuk.
Itu yang membuatdia selalu berpesan kepada anak cucunya untuk nanggap wayang krucil dan kentrung saatnyadran atau bersih desa. Menurut bapak tiga anak ini, nyadran di Sonoageng tanpa pertunjukkan wayang krucil dan kentrung itu tidak sah. Tak akan dianggap sebagai nyadran. Karena nyadran di sana itu harus ada dua pertunjukkan tersebut.
Selain tidak sah, jika nyadran tanpa nanggap wayang krucil dan kentrung juga berbahaya. Warga di sana percaya akan tertimpa musibah atau bencana. Karena itu, pertunjukkan wayang krucil dan kentrung selalu ada setiap nyadran. “Kami tidak berani melanggar karena risikonya besar,” ungkap pria berusia 66 tahun ini.
Baca Juga: Ini Permintaan Keluarga Korban Pembunuhan di Loceret Nganjuk
Karena itulah, warga Desa Sonoageng harus mendatangkan seniman wayang krucil dan kentrung dari luar desa. Karena di Sonoageng tidak ada dalang wayang krucil dan kentrung. “Kami undang dari luar desa, kalau tidak ada yang luar Nganjuk. Yang penting ada wayang krucil dan kentrung,” ujar Tohar.
Selain pertunjukkan wayang krucil dan kentrung, nyadran di sana juga diisi berbagai kesenian. Ada jaranan hingga ludruk. Semua digelar untuk membuat nyadran di So noageng semarak. Karena nyadran ini tidak hanya sebagai tradisi tetapi wujud syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Nyadran ini sebagai ungkapan terima kasih kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan kepada warga Sonoageng,” ujarnya.
Untuk itu, nyadran dilaksana kan setelah panen raya padi yang kedua. Biasanya, bulan Juni, Juli, atau Agustus. “Setiap tahun selalu nyadran di Sonoageng,” pungkas Tohar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah