Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon masuk menjadi salah satu desa unik di Kota Angin. Setiap tahun, Desa Sonoageng menggelar nyadran atau bersih desa. Tak tanggung-tanggung, nyadran di desa tersebut menjadi nyadran terbesar di Kota Angin. Setiap dusun di desa itu menggelar nyadran.
“Nyadran atau bersih desa menjadi tradisi setiap tahun untuk menghormati Raden Said dan agar Desa Sonoageng terhindar dari bencana,” ujar Tohar, 66, juru kunci makam Desa Sonoageng. Untuk nyadran, warga setempat akan menggelar berbagai acara. Salah satu yang wajib adalah selamatan di makam Raden Said yang berada di tempat pemakaman umum desa setempat.
Ini karena Raden Said diyakini sebagai orang pertama yang menemukan Desa Sonoageng atau sing babat alas. Nama Sonoageng sendiri diambil dari pohon sono yang sangat besar.
Saat itu, Raden Said membuka lahan dengan cara menebang pohon-pohon di hutan. Karena kecapekan, dia akhirnya istirahat di bawah pohon sono yang berukuran raksasa. “Pohon sono itu sangat rindang, jadi tempat leyeh-leyeh Raden Said,” ujar Tohar.
Lama kelamaan akhirnya banyak orang mengikuti Raden Said. Mereka selalu beristirahat di bawah pohon sono raksasa itu. Hingga akhirnya, Raden Said memberi nama Sonoageng untuk desa itu. “Sekarang pohon sono yang besar itu sudah mati. Hanya tinggal pohon beringin yang mengelilinginya,” ujar Tohar sambil menunjukkan lokasi pohon sono.
Setelah Raden Said meninggal dunia, dia dimakamkan di dekat pohon sono yang besar itu. Makam Raden Said hingga kini masih dirawat dengan baik. Setiap nyadran atau bersih desa, warga akan selamatan dan memanjatkan doa untuk Raden Said agar diterima Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di surganya. “Ini jadi punden Desa Sonoageng,” ujar Tohar.
Tradisi nyadran di Desa Sonoageng ini sampai sekarang masih dilestarikan. Tidak ada warga yang berani melanggar. Setiap tahun, nyadran digelar. Bahkan, menjadi salah satu magnet wisatawan lokal. Warga luar desa akan berdatangan ke Desa Sonoageng untuk menyaksikan berbagai pertunjukkan dan hiburan nyadran di Desa Sonoageng. “Nyadran terbesar di Nganjuk itu ya Desa Sonoageng,” ujar Nurhamsyah, 30, warga Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Untuk itu, Nurhamsyah selalu mengajak keluarganya ke Sonoageng setiap nyadran. Banyak hiburan dan pertunjukkan di sana. “Sonoageng selalu ramai setiap nyadran,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah