NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pedagang Pasar Kertosono yang akan menempati lantai 2 Pasar Kertosono waswas. Mereka khawatir sepi pembeli. Karena untuk berbelanja di lantai 2, pengunjung harus naik tangga terlebih dulu. Apalagi, jika barang dagangan di lantai 1 dan 2 sama. Otomatis, pembeli akan enggan naik ke lantai 2. “Tidak akan laku pedagang lantai 2 jika dagangannya sama dengan lantai 1,” ujar Nunuk, salah satu pedagang di Pasar Kertosono kemarin.
Melihat desain los di lantai 2 yang sama dengan lantai 1, kekhawatiran pedagang semakin menguat. Kemungkinan, barang dagangan yang dijual sama dengan lantai 1. Yaitu, sayuran, ayam, dan daging.
Kekhawatiran Nunuk dan pedagang Pasar Kertosono ini tidak hanya asal bicara. Dia mencontohkan kondisi riil saat ini.
Karena banyak pedagang yang berjualan di luar Pasar Kertosono dan dagangan sama dengan di lantai 1 maka pembeli memilih berbelanja di halaman dan tepi jalan. Mereka enggan masuk ke lantai 1 Pasar Kertosono. Akibatnya, lantai 1 sepi pembeli. Apalagi, kondisi lantai 2 nantinya jika dagangannya sama dengan lantai 1 dan pedagang di luar pasar tidak ditertibkan. “Kalau kami nanti diminta menempati lantai 2. Saya akan menolak jika tidak ada kebijakan terkait dagangan dan penertiban pedagang di luar pasar,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengatakan, proses pembangunan los di lantai 2 Pasar Kertosono masih berjalan saat ini. Kewenangan masih ada di tangan dinas pekerjaan umum (PU). Karena pembangunan lantai 2 Pasar Kertosono itu ditarget selesai akhir tahun 2023. Rencananya, 469 los akan dibangun di lantai 2. “Nanti kalau pembangunan sudah selesai baru akan diserahkan ke disperindag untuk pengelolaannya,” ujarnya.
Haris mengatakan, untuk penentuan barang dagangan apa di lantai 2, disperindag tidak akan memutuskan sepihak. Pihaknya akan bermusyawarah dengan pedagang di Pasar Kertosono. Karena tujuan pembangunan los di lantai 2 adalah menampung semua pedagang Pasar Kertosono yang kehilangan lapak berjualannya akibat kebakaran pada 1 Oktober 2017. “Dengan adanya los di lantai 2 maka semua pedagang di Pasar Kertosono bisa kembali berjualan,” ujarnya.
Haris mengatakan, sebelumnya, disperindag sempat memberlakukan satu kartu keluarga (KK), satu los atau kios. Ini agar los dan kios yang ada di lantai 1 cukup untuk menampung pedagang. Sehingga, pedagang yang memiliki los atau kios lebih dari satu tetap mendapat jatuh satu los atau kios sesuai dengan KK. Namun, dengan adanya pembangunan los di lantai 2 maka mereka yang belum tertampung di lantai 1 akan bisa berjualan di lantai 2. “Semuanya akan kami musyawarahkan dengan pedagang,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah