NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) mendapat sorotan dari Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna. Kawasan di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk dengan ikon Tugu Jayastamba itu dianggap belum maksimal untuk menjadi magnet wisatawan. Karena kebersihan di sana belum 24 jam. “Petugas kebersihan hanya menyapu saat pagi dan sore hari,” ujar Mas Bupati Sri Handoko Taruna.
Untuk menjadi KEN yang bertujuan menarik wisatawan maka kebersihan harus diutamakan. Sepanjang Jalan A. Yani dan Taman Nyawiji harus benar-benar diperhatikan kebersihan. Sehingga, pengunjung bisa nyaman ke sana. “Harusnya petugas kebersihan standby untuk bersih-bersih untuk merawat dan menjaga kebersihan,” ujar alumni Smada Nganjuk ini.
Selain itu, Mas Bupati Handoko juga menganggap, alat untuk membersihkan KEN juga masih tradisional. Petugas dinas lingkungan hidup (DLH) hanya menggunakan sapu. Tidak scrubber washer-dryer. Padahal, di kota-kota besar, seperti Jogjakarta, penggunaan scrubber washer-dryer sudah diterapkan untuk membersihkan trotoar di sepanjang Jalan Malioboro.
Sebenarnya, kata Mas Bupati Handoko, secara konsep dan bangunan, KEN sudah menarik. Adanya perubahan arus lalu lintas di Jalan A. Yani Nganjuk dari dua arah menjadi searah, berdirinya Tugu Jayastamba, dan Taman Nyawiji sudah menunjukkan perubahan di Kota Angin. Saat ini, tugas dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat untuk menjaga dan merawatnya. Sehingga, tujuan KEN untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bisa terwujud. “Bangunan-bangunan yang sudah ada itu harus dirawat,” pintanya.
Terpisah, Joko Suseno, 45, petugas DLH mengaku hanya menggunakan sapu untuk membersihkan sampah di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk dan trotoar. Dia menyapu sehari dua kali. “Pagi dan sore hari saja,” ujarnya.
Joko mengatakan, setiap hari selalu ada sampah. Mulai dari daun dari pohon yang gugur hingga sampah dari pengunjung yang dibuang sembarangan. Karena itu, setiap menyapu, dia membawa gerobak sampah. “Nyapunya rutin setiap hari. Tidak ada hari libur,” ujarnya.
Terkait penggunaan scrubber washer-dryer, Joko mengaku tidak tahu. Dia hanya bisa menyapu. “Kalau nanti dikasih alat canggih dan diajari. Pasti, lebih enak dan efesien,” ujarnya. (ica/syi/tyo)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah