Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) di Jalan A. Yani Belum Maksimal, Ini yang Akan Dilakukan Pj Bupati

Iqbal Syahroni • Selasa, 17 Oktober 2023 | 21:03 WIB
TRADISIONAL: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk menyapu trotoar Jalan A. Yani. Mas Bupati Handoko ingin KEN bersih 24 jam.
TRADISIONAL: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk menyapu trotoar Jalan A. Yani. Mas Bupati Handoko ingin KEN bersih 24 jam.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) mendapat sorotan dari Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna. Kawasan di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk dengan ikon Tugu Jayastamba itu dianggap belum maksimal untuk menjadi magnet wisatawan. Karena kebersihan di sana belum 24 jam. “Petugas kebersihan hanya menyapu saat pagi dan sore hari,” ujar Mas Bupati Sri Handoko Taruna.

Untuk menjadi KEN yang bertujuan menarik wisata­wan maka kebersihan harus diutamakan. Sepanjang Jalan A. Yani dan Taman Nyawiji harus benar-benar diperhatikan kebersihan. Sehingga, pengunjung bisa nyaman ke sana. “Harusnya petugas kebersihan standby untuk bersih-bersih untuk merawat dan menjaga kebersihan,” ujar alumni Smada Nganjuk ini.

Selain itu, Mas Bupati Handoko juga menganggap, alat untuk membersihkan KEN juga masih tradisional. Petugas dinas lingkungan hidup (DLH) hanya meng­gunakan sapu. Tidak scrub­ber washer-dryer. Padahal, di kota-kota besar, seperti Jogjakarta, penggunaan scrubber washer-dryer sudah diterapkan untuk member­sihkan trotoar di sepanjang Jalan Malioboro.

Sebenarnya, kata Mas Bu­pati Handoko, secara kon­sep dan bangunan, KEN sudah menarik. Adanya pe­rubahan arus lalu lintas di Jalan A. Yani Nganjuk da­ri dua arah menjadi searah, berdirinya Tugu Jayastamba, dan Ta­man Nyawiji sudah menun­jukkan perubahan di Kota Angin. Saat ini, tugas dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat un­tuk menjaga dan mera­watnya. Sehingga, tujuan KEN untuk meningkatkan perekono­mian masyarakat bisa ter­wujud. “Bangunan-bangu­nan yang sudah ada itu harus dirawat,” pintanya.

Terpisah, Joko Suseno, 45, pe­tugas DLH mengaku ha­nya menggunakan sapu untuk membersihkan sam­pah di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk dan trotoar. Dia menyapu sehari dua kali. “Pagi dan sore hari saja,” ujarnya.

Joko mengatakan, setiap hari selalu ada sampah. Mulai dari daun dari pohon yang gugur hingga sampah dari pengunjung yang di­buang sembarangan. Karena itu, setiap menyapu, dia membawa gerobak sampah. “Nyapunya rutin setiap hari. Tidak ada hari libur,” ujarnya.

Terkait penggunaan scrub­ber washer-dryer, Joko me­nga­ku tidak tahu. Dia hanya bisa menyapu. “Kalau nanti dikasih alat canggih dan di­ajari. Pasti, lebih enak dan efesien,” ujarnya. (ica/syi/tyo)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah