Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pelantikan Tak Jelas, Honorer K1 di Nganjuk Waswas

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 16 Oktober 2023 | 18:02 WIB
MENJELANG PENSIUN: Nyamintoadi, guru honorer K1 yang masuk daftar jadi PPPK di SK Menpan Reformasi Birokrasi (RB). Sayang hingga kemari jadwal pelantikan belum jelas
MENJELANG PENSIUN: Nyamintoadi, guru honorer K1 yang masuk daftar jadi PPPK di SK Menpan Reformasi Birokrasi (RB). Sayang hingga kemari jadwal pelantikan belum jelas

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tenaga honorer K1 waswas. Karena setelah ber­edar pdf surat keputusan (SK) Ke­menterian Penda­yagunaan Aparatur Negara (Kemen­pan) dan Reformasi Birokrasi (RB) Republik Indonesia No 715/­2023 tentang Kebutuhan Pe­ne­tapan PPPK dari THK1 di Lingkungan Pemkab Nganjuk, hingga kemarin, belum ada kejelasan kapan 600 tenaga honorer K1 dilantik.

Padahal, 600 tenaga honorer K1 tersebut sudah masuk daftar diangkat PPPK. SK tersebut ditandatangani langsung Menpan RB RI Azwar Anas pada 2 Oktober 2023. ”Belum ada kejelasan hingga saat ini,” keluh Nyamintoadi, guru K1 yang namanya masuk dalam daftar PPPK, kemarin.

Kondisi ini membuat Adi-panggilan akrab Nyaminto Adi dan teman-temannya waswas. Apalagi, usia Adi sudah tidak muda. Saat ini, usianya mendekati pensiun. Jika usia tenaga PPPK guru adalah 60 tahun maka sisa waktu mengabdinya dengan status guru PPPK hanya sembilan bulan. Dia hanya bisa merasakan gaji PPPK yang setara PNS selama sembilan bulan. Itu jika dia dilantik bulan ini. Namun, jika molor maka Adi khawatir hanya bisa menikmati hak sebagai PPPK kurang dari sembilan bulan. ”Jangan sampai pelantikan K1 menjadi PPPK setelah saya pensiun,” pintanya.

Untuk itu, Adi meminta pemkab bergerak cepat menindaklanjuti surat dari Kemenpan RB tersebut. Sehingga, pelantikan bisa segera dilaksanakan. K1 bisa segera menikmati haknya sebagai PPPK. Karena penda­patan PPPK yang jauh lebih besar dari tenaga honorer sangat diharapkan. Bisa meningkatkan kesejahteraan para tenaga honorer K1. ”Mudah-mudahan bulan ini dilantik dan menerima surat keputusan (SK) jadi PPPK,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Ba­dan Kepegawaian dan Pe­ngembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabu­paten Nganjuk Adam Mu­harto mengatakan, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Ke­menpan RB ter­kait ke­lanjutan guru K1 yang akan diangkat menjadi PPPK. ”Belum ada arahan. Kami masih menunggu koor­dinasi dulu dengan ke­menpan RB,” ujarnya.

Selain itu, BKPSDM juga berkomunikasi dengan Badan Kepegawaian Na­sio­nal (BKN) Regional II Su­rabaya terkait tindak lanjut guru K1 jadi PPPK. BKN hanya memberikan masukan agar pemkab menyiapkan segala se­suatu untuk proses pengangkatan K1.

Selain itu, BKN membe­rikan penjelasan bahwa saat ini masih fokus dengan proses perekrutan PPPK yang sedang berjalan di tahap verifikasi administrasi. ”Jadi sistemnya sekarang memang sedang dipakai untuk rekrutmen PPPK. Kemung­kinan menunggu rekrutmen PPPK selesai,” terangnya.

Kemungkinan pengang­katan tenaga honorer K1 jadi PPPK akan dilakukan tahun depan. Karena proses rekrutmen PPPK tahun ini berjalan hingga Desember. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#k1 #pelantikan #guru