Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Jadi Pejabat, Warga Sawunggaling Harus Out

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 13 Oktober 2023 | 19:52 WIB

Photo
Photo

Larangan pejabat masuk ke Dusun Sawunggaling tidak hanya berlaku untuk orang luar. Warga asli Sawunggaling yang ingin menjadi Polisi, TNI, atau PNS harus pindah tempat tinggal atau keluar dari desa. Itu dilakukan untuk menghindari petaka jika kelak mereka meniti karir menjadi pejabat negara.

Kaur Keuangan Desa Bagor­kulon, Gudianto masih ingat cerita warga Sawunggaling yang menjadi polisi pada 1990-an. Karena tidak pindah, dia mengalami sakit-sakitan. Polisi itu sudah berobat ke medis tapi sia-sia. Bahkan sakit yang dialaminya semakin buruk. Polisi itu mencari alternatif dengan mendatangi sesepuh dari Dusun Sawunggaling. Kemudian, polisi itu disarankan pindah tempat tinggal. “Akhirnya polisi itu pindah tugas ke luar Jawa dan me­netap di luar Sawung­galing.

Sampai sekarang, orang itu sehat dan tidak sakit-sakitan lagi,” ujar lelaki 52 tahun itu yang menyebutkan kasus seperti polisi itu kerap terjadi di warga lokal asli Dusun Sawunggaling yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN).  

Cerita-cerita itulah yang membuat masyarakat setempat masih percaya pantangan tersebut masih berlaku hingga se­karang. Oleh sebab itu, warga Dusun Sawung­ga­ling, Desa Bagorkulon, Bagor yang ingin mendaftar tentara, polisi, guru, dan pegawai pemerintahan akan keluar dari Dusun Sawunggaling. 

Baca Juga: Disporabudpar Gelar Kajian Koleksi Museum Anjuk Ladang Serap Rekomendasi untuk Edukasi Sejarah

“Mereka khawatir melang­gar pantangan. Nanti bisa sakit-sakitan. Hal terburuk­nya, bisa sakit sampai me­ninggal dunia,” ujar Gudian­to. Sebelum tes menjadi pe­gawai, biasanya sudah mengurus surat perpinda­han domisili di luar dusun Sawunggaling.

Kemana mereka keluar? Warga asli Sawunggaling itu bisa pindah ke rumah sau­daranya yang berada di luar Dusun Sawung­galing. “Jika menjadi pegawai bisa ter­hindar dari balak (cela­ka,red),” terangnya.

Pantangan itu agak berbeda dengan para pejabat atau aparatur pemerintahan dari luar desa. Jika ingin ke Dusun Sawunggaling, mereka tidak boleh melintas langsung lewat pintu gerbang. Agar selamat dari petaka, pejabat itu harus memutar ke dusun lain. Karena untuk masuk ke Dusun Sawunggaling, mereka bisa melewati Dusun Sadang. Jika tetap ada yang nekat tidak mematuhi larangan tersebut maka pejabat itu siap-siap mene­rima petaka.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#warga #jelajah #pejabat #desa unik