Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waduk Putukrejo di Loceret Nganjuk Dangkal Bikin Warga Bingung Irigasi

Iqbal Syahroni • Senin, 9 Oktober 2023 | 17:26 WIB

DROPPING AIR BERSIH: Warga Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu antre mendapatkan air bersih saat dropping dari Polres dan BPBD Nganjuk.
DROPPING AIR BERSIH: Warga Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu antre mendapatkan air bersih saat dropping dari Polres dan BPBD Nganjuk.

Kekeringan telah menjadi persoalan tahunan di Kota Angin. Sumur yang mengering di setiap kemarau menyebabkan beberapa desa mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih. Waduk Putukrejo di Kecamatan Loceret ini bisa jadi tolok ukur terjadinya tersebut. Jika air waduk semakin menyusut maka wilayah yang mengalami kekurangan air bersih di Nganjuk akan semakin luas.


Meski jarak antara Waduk Putukrejo di Desa Putukrejo, Loceret jauh dari di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong kedua desa itu selalu bersinggungan ketika terjadi kekeringan. Ketika air di Waduk Putukrejo mulai menyusut itu pertanda kekeringan mulai menerpa masyarakat di Desa Ngepung, Lengkong.


Sungai seluas sekitar satu hektare dengan kedalaman sekitar enam meter itu mulai menyusut sejak Juli lalu. “Airnya sudah turun sekitar 2 meteran. Soalnya ini musim kemarau panjang,” ujar warga Desa Putukrejo, Kecamatan Loceret, Sunardi.


Saat itu dia sedang menunggu pencari rumput di sekitar Waduk Putukrejo. Lelaki kelahiran 1958 itu mengatakan, Waduk Putukrejo ini dibuat untuk menampung air hujan lalu disimpan. Keberadaan waduk tersebut dimanfaatkan untuk pertanian. Karena itu, meski terjadi pendangkalan warga di sana tidak pernah merasakan kekeringan.


Waduk yang semakin menyusut itu tidak membuat sumur warga juga mengering. Justru yang menjadi masalah adalah pertanian di sekitar waduk serta wisatanya. Jika kondisi waduknya kering dalam waktu yang lama maka pengaruhnya pada pola tanam warga.


Pria 65 tahun khawatir mengeringnya waduk terjadi dalam waktu yang lama. Kekhawatiran kakek lima cucu itu cukup beralasan karena pada saat Oktober seharusnya sudah turun hujan. Namun hingga sekarang (awal Oktober), belum ada hujan yang turun di Desa Putukrejo. ”Dua tahun lalu, Juli mulai kemarau tapi masih ada hujan. Kiriman air dari selokan di sekitar juga masih terus ada. Tahun ini garing,” ungkap Sunardi.


Selain berfungsi untuk pertanian, waduk ini juga dimanfaatkan untuk wisata. Mereka yang hobi mancing biasanya memilih Waduk Putukrejo karena lokasinya strategis. Dekat dengan jalan raya. Yuliati, 48, salah satu penjual es di lokasi waduk terpaksa menutup dagangannya sejak pada Juli lalu.


Ia harus berhenti berjualan karena sudah tidak ada pengunjungnya. Dia berharap bisa kembali berjualan. “Semoga kemarau segera berakhir,” ucapnya. Dia mengatakan, keberadaan Waduk Putukrejo ini sangat membantu ekonomi warga di sekitarnya. Dalam kondisi normal, pengunjung yang datang ke sana terbilang ramai.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kekeringan #waduk #sungai