NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hampir sepekan ini wilayah Nganjuk dilanda terik yang sangat menyengat. Prediksi cuaca yang dicermati dari gawai, menunjukkan suhu di Kota Angin mencapai 44 derajat celcius. Tingginya suhu udara itu menjadi catatan rekor sejak Oktober ini.
Tingginya suhu udara tersebut membuat warga yang bekerja di luar ruangan mengeluh kepanasan. Seperti yang diungkapkan Tumiran, 60, warga Desa Candirejo, Loceret. Meningkatnya suhu udara itu membuat sering mengonsumsi minuman dingin. Apalagi setelah dia menarik penumpang. Selama perjalanan mengayuh dia selalu meminum air es.
“Ini tadi baru beli es teh dan es jeruk,” ungkapnya. Lansia itu mengaku, pada saat siang hari suhu panas seperti membakar kulitnya. Sangat panas. Tidak hanya siang tetapi juga saat malam hari. Karena itu dia selalu menyediakan kipas angin agar ruangannya sedikit lebih dingin. “Kalau malam pakai kipas anginan, nggak bisa tidur kalau sumuk (gerah, red),” ujarnya. Menurutnya, panas yang terjadi Oktober ini lebih panas dibanding September lalu. Biasanya dia cukup minum air mineral saja untuk menghilangkan haus. Tapi kali ini, dia harus beli es agar bisa melegakan tenggorokannya.
Terpisah, Kepala BMKG Sawahan Sumber Harto melalui Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) BMKG Sawahan Tekad Sumardi mengatakan, fenomena panas ini diprediksi bakal berlangsung selama Oktober. Bisa dicermati dari kondisi cuaca cerah yang masih cukup mendominasi pada siang hari.
“Secara umum fenomena suhu panas ini terjadi karena dipicu karena dinamika atmosfer,” terangnya. Untuk itu, ia menghimbau masyarakat perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi dan bisa menjaga stamina tubuh dari kecukupan cairan tubuh. “Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari supaya tidak mudah kelelahan dan dampak buruk lainnya,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah