Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Kampung Sengkuni Menjadi Branding Desa Bendolo

Iqbal Syahroni • Senin, 9 Oktober 2023 | 17:02 WIB
KAMPUNG SENGKUNI: Anak-anak di Bendolo menyembunyikan sepatu milik temannya. Keusilan warga di sana daya tarik wisatawan ke Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan.
KAMPUNG SENGKUNI: Anak-anak di Bendolo menyembunyikan sepatu milik temannya. Keusilan warga di sana daya tarik wisatawan ke Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan.

Warga di luar Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan mengenal Kampung Sengkuni sebagai kampungnya orang-orang usil. Cap negatif yang melekat pada nama Sengkuni masih menjadi magnet orang di luar desa ingin tahu lebih dalam tentang kampung itu. Keberadaan kampung itu membuat Desa Bendolo semakin populer.

Orang di luar desa kerap penasaran dengan Kampung Sengkuni yang berada di Desa Bendolo, Sawahan. Mereka yang tidak tahu pasti akan terkecoh. Sebab, di tokoh pewayangan nama Sengkuni dikenal sebagai sosok yang suka adu domba, licik, dan penuh intrik. Warga di Kampung Sengkuni tidak keberatan dengan anggapan tersebut. Justru itulah bisa menjadi branding bagi Desa Bendolo, Sawahan

Mereka memegang teguh pepatah tak kenal maka tak sayang. Oleh sebab itu, masyarakat di luar kampung yang ingin tahu karakter asli orang dari Kampung Sengkuni haruslah datang ke sana dan berkenalan dengan warganya.


Kampung yang dihuni sebanyak 18 kepala keluarga (KK) selalu terbuka dengan orang dari luar kampung.


“Kami tidak perlu memi­kirkan anggapan miring dari warga yang tinggal di luar kampung ini,” aku Ketua RT/RW 02 Kampung Sengkini, Parlan. Pria 61 tahun itu mempersilakan orang dari luar kampung untuk bertandang dan mengenal lebih dekat warganya.


Bapak tiga anak itu me­ngatakan, selama ini kehi­dupan di kampungnya sa­ngat harmonis. Ia dan masyarakat Kampung Sengkuni hidup damai, tenang, dan tidak ada masalah tetangga dari kampung sebelahnya di Desa Bendolo, Sawahan. ”Kalau kami usil dan suka bikin prank tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan,” imbuhnya.


Dia percaya, orang-orang yang sudah mengenal karakter warga di kampungnya pasti punya kesan yang positif. Seperti yang disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Bendolo Andi Kisworo yang tinggal di luar Kampung Sengkuni, warga Kampung Sengkuni itu kekompakannya tidak ada yang bisa mengalahkan. “Di desa ini (Bendolo, Red) keakraban mereka sangat erat,” aku Andi.


Dia masih ingat, kekom­pakan warga Kampung Sengkuni itu tampak saat ada kegiatan desa. Kampung yang kebetulan berada di RT/RW02 itu bisa menyiapkan segalanya dengan baik dan sempurna. ”Ketika lomba dan kegiatan desa yang lain, saya rasa mereka yang paling kompak,” ungkap Andi.


Seperti upacara 17 Agustus lalu. Satu kampung sepakat mengadakan upacara bendera sendiri di lingkungan Kampung Sengkuni. Saat perlombaan ke balai desa, mereka datang dengan baju seragam. Mereka memberi kesan yang baik untuk RT lainnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#branding #desa unik #nganjuk