Kekerabatan dan gotong royong 18 kepala keluarga (KK) di Kampung Sengkuni sangatlah kental, Jika ada tetangga sedang senang, warga lainnya akan merasakan kegembiraan yang sama. Salah satu tradisi yang sulit dijumpai di tempat lain adalah membantu tetangganya yang baru saja panen cengkih.
Hanya ada dua panen raya di Kampung Sengkuni. Pertama adalah panen cengkih. Dan kedua adalah panen jagung. Dari dua hasil pertanian itu, panen cengkih paling ditunggu-tunggu warga. Sebab, setiap kali panen kampung itu seperti tidak pernah tidur. Selalu ramai dari rumah ke rumah.
“Kalau ada tetangga yang baru saja panen di kebun, pasti warga di sini akan mengerubungi rumah yang sedang panen,” ujar Ketua Ketua RT02 / RW02 Dusun/Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, Parlan.
Pria 61 tahun itu memastikan, warga yang datang mengerubungi rumah tetangga yang sedang panen itu hanya berniat untuk membantu. Tidak ada tujuan lain. Tradisi yang dijalankan warga Kampung Sengkuni secara turun temurun itu menjadi trademark di kampung usil itu. Mereka rela tidak dibayar ketika membantu tetangganya yang butuh tenaga untuk membersihkan cengkih setelah panen.
Baca Juga: Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna: Saya Adalah Kepala Pelayan Masyarakat
“Yang dikerjakan warga ketika membantu tetangganya baru panen adalah memisahkan tangkai dan buahnya. Caranya dipitil,” ungkap Parlan.
Bapak tiga anak itu mengatakan, saat panen kampungnya akan menjadi ramai. Ibu-ibu dan orang dewasa biasanya berkumpul di rumah warga yang sedang panen. “Kalau mau lihat keramaiannya ya Agustus kemarin. Warga bisa bekerja sampai malam. Rame terus kalau pas panen. Ada yang sampai jagongan,” papar Parlan sembari tertawa.
Biasanya, warga yang panen hanya menyediakan makanan dan minuman serta gorengan. Parlan mengatakan biasanya warga yang membantu juga hanya menunggu di rumah. Pemilik kebun cengkih yang memanen datang membawa panen ke rumah dan langsung diproses oleh warga Kampung Sengkuni. “Hampir semua warga punya tanaman cengkih. Kerukunannya yang terus kami jaga,” imbuh Parlan.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bendolo Andi Kisworo mengatakan, eratnya persaudaraan dan kekeluargaan di Kampung Sengkuni ini bukan isapan jempol. Ia sendiri melihat dan merasakan warga satu dengan yang lain sangat gayeng. “Tidak hanya saat panen. Hari-hari biasa juga seperti itu,” ungkapnya.
Mulai dari sama-sama menjaga kelestarian alam di sekitar. Lalu inisiatif untuk menanam bunga hias untuk mempercantik kampung. Sampai kegiatan saat musim panen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah