NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Uang ganti untung Tol Kediri-Kertosono di Desa Wates, Tanjunganom cair lagi. Jumat (29/9) lalu, giliran Suyanto yang menerima uang pengganti. Berbeda dengan tetangganya, pria berusia 72 tahun itu menerima uang sebesar Rp 2,03 miliar. Dia harus melepaskan lahan seluas 3,2 ribu meter persegi.
Tanah yang dilepas untuk proyek tol itu adalah lahan pertanian yang masih sangat produktif. Setelah menerima uang miliaran rupiah, pria yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur itu berencana akan menggunakan untuk membangun rumah. “Uang ini bukan milik saya semuanya,” akunya..
Suyanto akan membagikan uang tersebut untuk empat orang.ini “Ini warisan dari kakek-nenek ke orang tua lalu ke kami anak-anaknya,” imbuh lelaki berkacamata itu. Kakek yang memiliki dua cucu itu menambahkan, bahkan dia juga punya rencana yang mulia. Yakni sebagian dari pencairan uang tersebut akan digunakan untuk wakaf pembangunan masjid.
Hanya saja dia belum memutuskan di daerah mana masjid tersebut akan dibangun. “Nanti harus rembukan dulu dengan keluarga yang lain yang juga penerima pencairan uang ini,” imbuh Suyanto.
Baca Juga: Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono Promosikan Brambang di Rakernas
Saat menerima uang ganti untung Tol Keker di Balai Desa Wates, Suyanto datang sendirian. Dia mewakili orang tuanya, Marfuah. Sedangkan dua anak Marfuah yang lain yakni Sri dan Banon tidak bisa hadir karena sedang di luar kota.
Pengambilan uang dan rekening pencairan ganti rugi tol tersebut seharusnya diambil oleh empat orang. Termasuk Suyanto. Namun, karena ketiga orang yang lain sudah memberikan kuasa kepadanya maka pengambilan ganti untung bisa langsung dicairkan. Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Nganjuk pun mengizinkannya.
“Yang terpenting ada bukti mengetahui yang sah dari keluarga yang mengambil. Pak Suyanto termasuk penerima dan nama yang lain sudah tanda tangan memberikan kuasanya kepada Suyanto,” ungkap Rijatnoko, Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk.
Untuk diketahui, pencairan Tol Keker di Desa Wates, Tanjunganom dilakukan bertahap. Pertama dilakukan pada Senin (21/8) lalu. Saat itu penerimanya ada 20 orang yang datanya sudah lengkap. Lalu Kamis (24/8), ada empat orang lagi yang sudah mencairkan uang ganti rugi.
Rencananya, beberapa desa yang terdampak juga segera pencairan lagi. Rijatnoko mengatakan, pihaknya masih menunggu pemberkasan selesai sebelum melakukan pencairan ke desa lain.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah