Tiga motor tak bertuan diangkut petugas Polsek Pace, di lahan jagung milik Budi Maharsoyo, 62, warga Dusun Aditoyo, Desa Jatigegres, Kecamatan Pace, dini hari kemarin. Ketiga motor itu diduga milik pelaku pencurian jagung.
Budi yang ditemui di rumahnya menceritakan lagi peristiwa yang menggegerkan warga di desanya. Sekitar pukul 19.00, Budi mendapat informasi dari tetangganya jika ada beberapa orang mengendarai motor menuju ke lahan sawahnya. ”Ada sekitar lima sampai enam orang berboncengan pakai tiga motor,” ucapnya.
Para tetangganya curiga karena ketiga motor itu tak pernah mereka lihat sebelumnya. Warga di desanya juga tidak mengenal pengendara motor tersebut. Karena itulah, dia dan warga di desanya mengikuti gerak gerik motor tersebut hingga ke sawah miliknya.
Kecurigaan Budi dan warga semakin kuat karena jagungnya sudah siap panen. Rencananya akan dipanen Senin (2/10). ”Makanya pas saya dikasih tahu ada orang ke lahan jagung (ingin panen, Red), saya tidak merasa mau panen,” imbuh lelaki yang sudah memiliki lima cucu tersebut.
Baca Juga: Gara-Gara Pencurian Jagung, Pemilik Lahan Bisa Bangkrut
Sebenarnya warga sempat melihat para pengendara motor itu sedang beraksi di lahan jagung milik Budi. Karena mengetahui kedatangan warga, mereka memilih untuk kabur. Berpencar ke utara dan barat untuk melarikan diri. Motor yang mereka bawa ditinggal di pematang sawah.
Motor yang ditinggal pemiliknya itu terdiri dari dua Honda Vario merah plat nomor AG 5232 UN dan AG 4235 XZ. Satu lagi Yamaha Jupiter Z plat nomor AG 3381 WE diparkir di tengah pematang dan ditutupi daun pisang. ”Tidak mungkin ini motor milik penyuluh. Kami sempat menunggu sampai jam 1 malam tadi (dini hari kemarin, Red), tapi pemilik tidak datang,” ungkapnya.
Karena pemiliknya tidak kunjung datang warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Pace. Tiga motor itu dibawa petugas ke Mapolsek Pace. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait dengan tiga motor tersebut. Kapolsek Pace AKP Reo Angger Prabowo mengatakan, pihaknya masih mencari pemilik tiga motor itu. ”Hingga saat ini (kemarin, Red), kami belum diketahui pemiliknya,” ujarnya.
Reo mengimbau, agar masyarakat melaporkan ke polisi jika ada yang mencurigakan di desa. Terkait maraknya pencurian jagung, perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu terus meningkatkan patroli di wilayahnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah